6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Perumahan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Program rumah subsidi yang digagas pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni, ternyata masih belum optimal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tercatat, sebanyak 2.052 unit rumah subsidi masih menganggur dan belum ditempati.
Data Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY menunjukkan, sebagian besar rumah subsidi kosong ini tersebar di Kabupaten Bantul (952 unit), Gunungkidul (881 unit), Sleman (137 unit), dan Kulon Progo (82 unit).
Kepala DPUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti mengungkapkan bahwa program rumah subsidi memang ditujukan untuk masyarakat yang belum memiliki rumah dan memenuhi syarat tertentu. "Syarat utamanya adalah belum memiliki rumah dan akan dilakukan BI checking untuk memastikan kondisi keuangan calon pembeli," jelas Anna Kamis (28/11/2024).
Lebih lanjut, Anna menjelaskan bahwa harga rumah subsidi yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni maksimal Rp166 juta sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 60/2023. "Jadi ini peluang bagus bagi masyarakat yang membutuhkan rumah dengan harga terjangkau," imbuhnya.
Untuk mengatasi permasalahan rumah subsidi yang kosong, Pemda DIY telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui forum perumahan dan kawasan permukiman di setiap kabupaten/kota.K
"Kami terus menginformasikan kepada masyarakat tentang keberadaan rumah subsidi ini. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di DIY untuk menarik minat para pekerja yang membutuhkan rumah," ujar Anna.
Bagi masyarakat yang tertarik, rumah subsidi di DIY tersebar di beberapa lokasi. Di Sleman, rumah subsidi dapat ditemukan di Godean dan Moyudan. Sedangkan di Bantul, lokasi rumah subsidi cukup banyak, meliputi Wonolelo, Pajangan, Sedayu, Pleret, Pandak, Bambanglipuro, Kasihan, dan Jetis. Untuk wilayah Gunungkidul, rumah subsidi tersebar di Karangmojo, Wonosari, Semanu, Playen, Semin, dan Patuk. Sementara di Kulon Progo, lokasi rumah subsidi berada di Sentolo, Panjatan, dan Wates.
Pemda DIY berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini. "Kami berharap masyarakat yang membutuhkan rumah dapat segera memanfaatkan program rumah subsidi ini. Ini adalah kesempatan baik untuk memiliki rumah yang layak dengan harga terjangkau," pungkas Anna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.