Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Afnan Hadikusumo saat ditemui usai memberikan hak suaranya di TPS 08 Ngupasan beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Afnan Hadikusumo, Calon Wali Kota Jogja nomor urut 3 mengucapkan selamat kepada pasangan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan.
Pasangan Hasto-Wawan dinyatakan menang sementara berdasarkan perhitungan internal Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP DIY.
Afnan menyebut dia bersama pasangannya, Singgih Raharjo telah berupaya mengikuti proses demokrasi yang panjang.
Dia pun berbesar hati dan mengaku menghargai pilihan masyarakat Kota Jogja. "Dan adapun pilihannya Pak Hasto dan Mas Wawan terpilih, kami mengucapkan selamat atas terpilihnya Pak Hasto dan Mas Wawan," ujar Afnan saat dikonfirmasi, Jumat (29/11/2024).
Afnan menyebut tak tahu pasti berapa angka hasil perhitungan cepat dari tim internalnya.
Namun, berdasarkan laporan timnya, pasangan Hasto-Wawan memang menduduki peringkat pertama. "Ya, itulah kenyataannya," kata Afnan.
Meski hasil sementara sudah beredar luas, tapi Afnan masih akan tetap menunggu putusan resmi dari KPU Kota Jogja. Dia berharap pasangan Hasto-Wawan bisa menjalankan amanah dari masyarakat dengan baik.
BACA JUGA: Terbukti Tidak Netral Saat Pilkada, Kepala Dukuh di Wukirsari Terima Surat Teguran dari Lurah
Dia juga mengingatkan pasangan nomor urut 2 itu untuk bisa menepati janji yang disampaikan pada saat Pilkada. Termasuk bisa merangkul seluruh lapisan masyarakat, baik yang dari awal merupakan pendukungnya ataupun bukan pendukungnya. "Apa yang sudah dijanjikan pada kampanye yang lalu itu dipenuhi supaya masyarakat bisa meraskan harapan yang selama ini mereka inginkan," ujar dia.
Afnan menyebut ada sejumlah hal yang menjadi catatannya selama pelaksanaan Pilkada hingga masa kampanye berlangsung. Salah satunya berkaitan dengan pemusnahan alat peraga kampanye sebagai media sosialisasi kepada masyarakat.
"Padahal itu kan sosialisasi yang menurut kami bisa menjangkau masyarakat luas, tetapi tiba-tiba lenyap. Sering ditertibkan oleh panwas, di sisi lain juga ada yang tidak ditertibkan oleh panwas. Hal-hal semacam ini sebenarnya di era kita sudah tidak perlu. Itu menjadi bahan evaluasi pada pilkada yang akan datang."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar