Cak Nun hingga Eross Sheila on 7 Ada di Buku MUHI untuk Negeri
Buku MUHI untuk Negeri merangkum sejarah 77 tahun SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta serta kiprah ratusan alumni lintas generasi.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Muhammad Ikhwan Ahada (tengah). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 5.000 kader persyarikatan Muhammadiyah seluruh DIY dijadwalkan akan menghadiri Pagelaran Milad ke-112 Muhammadiyah yang digelar di Sportorium, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (30/11/2024) malam. Menariknya konsep event ini berbeda dengan kebiasaan, kali ini Muhammadiyah ini lebih mengusung konsep seni budaya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Muhammad Ikhwan Ahada mengakui perayaan milad Muhammadiyah ke-112 ini memang berbeda dengan sebelumnya. Kali ini dikemas dengan konsep seni budaya. Hal ini tidak lepas dari situasi DIY sebagai basis seni budaya yang perlu diangkat sebagai bagian dari cara dakwah Muhammadiyah ke depan.
BACA JUGA : Komitmen Merawat Lansia, PKU Jogja dan MPKS PWM DIY Bekali Relawan di Kota Jogja
"Terlebih setelah kami PWM DIY diterima oleh Gubernur DIY [Sri Sultan HB X] sebanyak dua kali yang dalam pembahasan bagaimana kami menjaga DIY sebagai kota pelajar, kota budaya dan sebagai kota tujuan pariwisata," katanya Jumat (29/11/2024).
Ia berharap melalui event tersebut Muhammadiyah menjalankan syiar dakwah yang menggembirakan tetap terjaga. selain itu untuk mengingatkan perjuangan dan Muhammadiyah tumbuh dari, oleh dan untuk jemaah. Tujuan lain harapannya melibatkan seluruh kader persyaraikan, pengelola amal usaha Muhammadiyah. "Gelar budaya akan disetting sedemikian rupa mulai sejak awal sampai akhir," katanya.
Ketua Panitia Pagelaran Milad Muhammadiyah Ke-112 PWM DIY Dian Korprianing Nugraha memastikan gelaran milad kali berbeda, jika dahuu terlalu seremonial sambutan. Akan tetapi saat ini lebih banyak diisi dengan pertunjukan seni budaya.
"Misalnya sambutan dikemas dalam bentuk deklamasi dan juga puitis, sehingga tidak seremonial. Misalnya masuk itu ada karawitan, kemudian kirab dan lain-lain. Kemudian ada monolog tentang sejarah dan semangat perjuangan tokoh Muhammadiyah," ujarnya.
Wakil Sekretaris PWM DIY Farid Setiawan menyatakan seni budaya memang menjadi media yang strategis untuk syiar. Meski dikonsep seni budaya namun tidak mengurangi nilai dan kekhidmatan dari penyampaian syiar milad Muhammadiyah. "Rencananya ada 5.000 lebih kader persyarikatan seluruh DIY yang hadir," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buku MUHI untuk Negeri merangkum sejarah 77 tahun SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta serta kiprah ratusan alumni lintas generasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.