Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Dosen Ilmu Komunikasi UII, Muzayin Nazaruddin (tengah), membuka FGD Pemberitaan Bencana dan Risiko, di BPPTKG, Sabtu (30/11/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja berada dalam potensi bencana erupsi Gunung Merapi dan gempa bumi Megathrust. Kolaborasi antara instansi pemerintah, akademisi dan media diperlukan dalam penguatan upaya mitigasi bencana.
Dosen Ilmu Komunikasi UII, Muzayin Nazaruddin, menjelaskan risiko erupsi Gunung Merapi dan risiko gempa Megathrust memiliki karakter yang cukup berbeda. Di satu sisi, erupsi gunung berapi melibatkan aspek-aspek empiris visual, yang bahkan dalam beberapa kasus bisa diamati langsung oleh warga di sekitar gunung berapi.
“Juga, di beberapa lokasi, khususnya d lereng Merapi, warga lokal memiliki memori budaya yang bersumber dari pengalaman erupsi sebelumnya,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemberitaan Bencana dan Risiko, di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Sabtu (30/11/2024).
BACA JUGA: Hujan Deras Landa DIY, Sejumlah Wilayah Terdampak Tanah Longsor dan Pohon Tumbang
Sedangkan dalam ancaman Megathrust, hampir tidak ada penanda-penanda alam yang bisa diamati warga biasa, juga tidak ada memori budaya tentang gempa Megathrust ini. “Hal ini tentu menjadi tantangan yang berbeda bagi pengembangan model komunikasi risiko untuk dua jenis ancaman tersebut,” katanya.
Direktur Combine Research Institution, Elanto Wijoyono, menjelaskan di Jogja sebenarnya sudah banyak forum mitigasi kebencanaan seperti Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), namun fungsinya belum dijalankan secara optimal melibatkan multi stakeholder.
“Media seringkali dilibatkan hanya untuk meliput kegiatan FPRB. Padahal konsep multi stakeholder agar bisa merancang bersama-sama pendekatan atau metode yang bisa jadi berasal dari kebijakan lembaga masing-masing yang bisa jadi berbeda, antara pemda, CSO [civil society organization], privat sector, yang harapannya bisa bertemu di forum-forum itu,” katanya.
Maka ia melihat forum multi stakeholder seperti itu sejauh ini belum cukup bisa membawa forum itu ke arah tujuan yang sebenarnya. “Yang terlibat di forum itu seharusnya bisa sama-sama belajar untuk pendidikan publik yang lebih sehat, tapi kita jarang untuk melakukan itu,” ungkapnya.
Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Hendrawan, menuturkan media sampai saat ini masih cenderung hanya memberitakan kejadian tanggap darurat. Hal ini dikarenakan kerja media lebih pada menangkap fenomena.
“Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kalau pemangku kebijakan bisa mengkampanyekan ini terus, ada perkembangan apa, megathrust itu seperti apa, kemudian dibungkus dengan cara yang tepat, media akan lebih bisa menangkapnya,” kata dia.
Petugas BPPTKG, Nur Kholik, menyampaikan BPPTKG saat ini sudah memanfaatkan media sosial dan whatsapp grup untuk menyebarluaskan informasi perkembangan aktivitas Gunung Merapi kepada media dan masyarakat secara lebih cepat.
“Tiktok itu sangat cepat sekarang sebagai media untuk berbagi informasi, karena orang langsung membuat video dan diunggah. Kami juga memanfaatkan itu untuk di Merapi. Ketika ada hujan abu, pertama kali muncul di Tiktok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.