Satpol PP Bantul Diminta Perkuat Pencegahan Narkoba dan Tawuran
DPRD Bantul mendorong Satpol PP memperkuat pencegahan Trantibum di sekolah, termasuk sosialisasi narkoba, miras, dan tawuran.
Ilustrasi tarif parkir - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Menjelang libur Natal dan Tahun Baru di akhir tahun, Pemkot Jogja dan Pemda DIY mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan parkir yang efektif, mengingat sejumlah lokasi di pusat kota diperkirakan akan mengalami kepadatan yang signifikan.
Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dishub DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan segala keperluan untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami sudah siapkan untuk personel dan sarana prasarana untuk parkir menyambut Natal dan Tahun Baru. Sarana prasarana sudah siap, tinggal menambahkan titik penerangan dan penambahan personel untuk shift yang membantu,” ujarnya, Kamis (5/12/2024).
Beberapa lokasi yang diprediksi akan menjadi pusat keramaian dan padat kantong parkirnya antara lain Malioboro, Ketandan, dan Beskalan. Untuk mengantisipasi hal ini, pihak pengelola akan menambah jumlah personel dan memastikan ketersediaan fasilitas penunjang. “Titik parkir yang padat mungkin Malioboro, Ketandan, dan Beskalan yang ramai pengunjung, kami antisipasi untuk keramaian yang ada,” tambah Agnes.
Sebagai alternatif, Pemerintah DIY telah menyediakan kantong parkir di luar kota, seperti di area Bandara Adisucipto yang memiliki kapasitas sangat luas. “Sementara kantong parkir di luar kota ada di area Bandara Adisucipto seluas tiga hektare yang sangat luas dan bagus, biasa pengguna KAI pakai di sana untuk parkir,” jelasnya.
BACA JUGA: DPR Minta Pemerintah Memastikan Makan Bergizi Gratis Diproduksi Masyarakat Lokal
Masyarakat diimbau untuk memarkir kendaraan sesuai dengan tempat yang telah disediakan. Untuk kendaraan roda empat, disarankan untuk memarkir di area Ketandan atau Beskalan yang memiliki kapasitas yang cukup.
“Kalau roda empat sebaiknya parkir di Ketandan yang representatif dekat dengan Malioboro ada 98 mobil kapasitasnya dan Beskalan 19 mobil muat. Jadi imbauan kami masyarakat parkir roda empat sesuai tempat,” kata Agnes.
Pengelola juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pungutan liar saat memarkir kendaraan. “Kalau tarif parkir yang tidak sesuai juga kami harap tidak terjadi, semua kan ada regulasi dan tarif semua terpasang di pinggir jalan sesuai Perda,” tegas Agnes.
Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Jogja, Imanudin Azis menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah DIY untuk finalisasi rencana pengelolaan parkir selama Natal dan Tahun Baru.
“Soal manajemen parkir di masa libur Natal dan Tahun Baru nanti masih kami rapatkan untuk tingkat kota dan provinsi. Kemungkinan penambahan kantong parkir juga belum tahu karena masih dalam tahap koordinasi,” ujarnya.
Azis menambahkan bahwa setiap dinas perhubungan di tingkat kabupaten/kota juga akan menyiapkan kantong parkir tambahan jika diperlukan. “Kalau Dishub DIY kan kewenangannya hanya mengelola parkir di off-street, yakni tempat khusus parkir. Kalau di on-street di kabupaten/kota, nanti kan kota/kabupaten juga menyiapkan kantong parkir kalau sekiranya yang sekarang dinilai tidak cukup,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong Satpol PP memperkuat pencegahan Trantibum di sekolah, termasuk sosialisasi narkoba, miras, dan tawuran.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.