283.270 Kasus ISPA Tercatat, Ini 5 Kota dengan Udara Terburuk
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana tiba di Bandara Adisutjipto pada Kamis (24/10/2024)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman yang akrab disapa Gus Miftah, menjadi perbincangan publik sejak beberapa hari terakhir setelah h video yang memperlihatkan dirinya mengolok-olok seorang penjual es viral di media sosial.
Aksi Gus Miftah yang mengolok seorang penjual es keliling terekam dalam video yang viral di media sosial baru-baru ini. Video tersebut diambil saat Gus Miftah mengisi acara pengajian di Magelang pada Senin (25/11). Menanggapi insiden ini, Gus Miftah telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas perbuatannya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Gus Miftah kemudian mengunjungi kediaman penjual es teh, Sunhaji, untuk meminta maaf secara langsung. Ia datang ke rumah Sunhaji di Dusun Gesari, Banyusari, Grabag, Kabupaten Magelang, pada Rabu (4/12).
Tindakan Gus Miftah yang mendapat kecaman dari netizen semakin memperburuk sorotan publik terhadap dirinya. Tidak hanya itu, insiden tersebut juga memicu munculnya berbagai spekulasi mengenai silsilah keturunannya, yang sempat diragukan oleh sejumlah pihak.
Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur, memastikan bahwa Gus Miftah merupakan keturunan ulama besar asal Ponorogo, Jawa Timur. Dalam penjelasannya, KH Ahmad Fahrur membuktikan bahwa silsilah keturunan Gus Miftah sah dan sesuai dengan fakta.
Lalu, siapa sebenarnya ulama besar yang menjadi leluhur Gus Miftah dan bagaimana dia bisa mendapatkan gelar "Gus"? Simak penjelasannya berikut ini.
Asal usul keturunan Gus Miftah
Gus Miftah yang lahir pada 5 Agustus 1981, merupakan seorang mubalig dan juga pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji yang terletak di Sleman. Saat ini, Gus Miftah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Gus Miftah merupakan keturunan kesembilan dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo. Dalam garis nasabnya, ia tercatat sebagai keturunan langsung dari Kiai Muhammad Ageng Besari, yang dikenal memiliki peran besar dalam perkembangan pesantren di daerah tersebut. Ayah Gus Miftah, M. Murodhi, adalah putra dari M. Boniran.
Kiai Muhammad Ageng Besari sendiri adalah seorang tokoh penting yang tidak hanya dikenal sebagai kiai, tetapi juga sebagai bangsawan dan pendiri salah satu pesantren tertua di Nusantara. Pesantren Tegalsari, yang juga dikenal dengan nama Pesantren Gebang Tinatar, menjadi salah satu lembaga pendidikan agama yang berpengaruh di wilayah tersebut.
Pendidikan
Gus Miftah bersekolah di MTS dan MAN di Pondok Pesantren Bustanul U’lum. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga pada 1999, tapi tidak selesai. Dia baru meraih gelar sarjana pada 2023 lalu dari Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung Semarang pada 2023.
Saat kuliah, ia juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
Dialog di Jogja membahas perlindungan buruh dan pekerja rumah tangga, mulai dari kebijakan upah hingga pengawasan aturan ketenagakerjaan.
Keppres pelunasan biaya haji 2027 ditargetkan terbit pekan ini. Rata-rata calon jemaah perlu menyiapkan dana sekitar Rp23 juta.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil DIY, Gandung Pardiman, meninggal dunia di RS Panti Rapih pada Selasa pagi dan dimakamkan di Ponjong.
IHSG diproyeksi bergerak sideways di kisaran 5.280-5.450 saat investor menanti keputusan The Fed dan mencermati pelemahan rupiah.