Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Sleman berharap sekolah memiliki inisiatif untuk membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Hal ini dikarenakan dari Pemkab Sleman tidak ada anggaran untuk pembentukan SPAB pada 2025.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Henry Dharma Wijaya, menjelaskan untuk 2025, tidak ada penganggaran untuk pembentukan SPAB maupun Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana). “Hanya ada anggaran untuk penguatan kapasitas Kaltana,” ujarnya, Sabtu (7/12/2024).
Pada Kaltana, BPBD Sleman sudah tidak lagi membentuk karena memang pada akhir 2024 sudah terpenuhi 86 kaltana di semua kalurahan di Sleman. Sedangkan untuk SPAB sebenarnya masih ada kekurangan cukup banyak. “Sekolah di Sleman ada lebih dari 2.000 sekolah, sementara baru ada 91 yang terbentuk SPAB,” katanya.
91 sekolah yang sudah memiliki SPAB tersebut terdiri dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Ia mengaku untuk membentuk SPAB di semua sekolah di Sleman akan sangat sulit jika hanya bergantung pada BPBD Sleman.
Dalam program BPBD Sleman, pembentukan SPAB memakan anggaran cukup besar karena dilaksanakan selama tujuh hari. Setiap harinya, harus dianggarkan setidaknya konsumsi untuk seluruh pihak yang terlibat. “Anggaran untuk sekali pembentukan SPAB itu Rp60 juta,” katanya.
Maka ia berharap dari pihak sekolah dapat menginisiasi pembentukan SPAB di sekolah masing-masing. “Kalau sekolah mau berinisiasi pembentukan SPAB, nanti BPBD akan memfasilitasi itu bisa. Tapi belum ada [sekolah] yang melakukan,” kata dia.
Dengan skema ini, BPBD Sleman bisa membantu menyediakan fasilitator dan narasumber. Sedangkan biaya operasional dibebankan ke sekolah. Jika inisiatif datang dari sekolah, anggarannya pun bisa menyesuaikan dengan kemampuan sekolah.
“Jadi mereka yang menginisiasi, terus kami datang ke sekolah sebagai fasilitastor atau narasumber. Kami juga bisa berkoordinasi dengan NGO [Non-Government Organization] yang bergerak di bidang kebencanaan,” paparnya.
Keberadaan SPAB ini penting mengingat bencana bisa terjadi di mana saja termasuk di lingkungan sekolah. Dengan sudah memiliki bekal yang cukup, diharapkan semua warga sekolah bisa melakukan mitigasi ketika bencana terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita