11 Juta Turis Datang, Industri Pariwisata Jogja Kelola Sampah Mandiri
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Ilustrasi persewaan mobil
Harianjogja.com, BANTUL—Beberapa usaha transportasi di Bantul mulai kebanjiran pesanan menjelang libur natal dan tahun baru 2025. Berbagai pesanan diterima antara lain untuk keperluan study tour dan kunjungan wisata.
Pemilik PT Gelis Gedhe Maju Mandiri atau Gege Transport sekaligus Ketua Paguyuban Pelaku Angkutan Pariwisata Yogyakarta (Palapa Wijaya), Hantoro menyampaikan bus pariwisata miliknya mulai mendulang banyak pesanan menjelang akhir tahun.
Hingga saat ini hingga 21 Desember 2024, pemesanan bus pariwisata telah mencapai 90%. Pemesanan tersebut mayoritas berasal dari kalangan pelajar untuk keperluan study tour. "Untuk study tour setelah ujian [akhir semester]," ujarnya, Selasa (10/12/2024).
Hantoro mengungkapkan pesanan tersebut berasal dari pelajar di tingkat pendidikan usia dini (paud) hingga mahasiswa perguruan tinggi yang ada di DIY dan wilayah Solo Raya. Mereka biasanya melakukan study tour ke beberapa daerah di Jakarta, Bogor Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Bandung, dan Bali.
"Untuk pelajar SMK biasanya banyak yang ke Jakarta karena disana banyak tempat untuk kunjungan industri," katanya.
BACA JUGA: Antisipasi Jalan Berlubang saat libur Nataru, DPUPKP Bantul Siapkan Satgas Penambal Jalan
Sementara menurutnya, pemesanan bus pariwisata untuk kunjungan wisata selama Nataru mengalami low season. Hal itu lantaran selama Nataru, wisatawan dinilai lebih banyak yang melakukan kunjungan keluarga daripada rombongan.
Meski begitu, Hantoro berharap ada kunjungan rombongan dari beberapa instansi menjelang akhir tahun. "Mudah-mudahan akhir bulan ada outing tutup buku untuk instansi," katanya.
Sementara pengelola Heri Transport, Pares mengaku penyewaan mobil di tempatnya mulai mengalami kenaikan sekitar 10% menjelang libur Nataru. Pihaknya pun menetapkan kenaikan harga sekitar Rp100.000-200.000 untuk setiap pemesanan.
Pares mengaku wisatawan yang memesan mobil tersebut mayoritas berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kalimantan. Mereka biasanya menyewa mobil untuk berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Bantul, antara lain Hutan Pinus Mangunan dan HeHa Sky View.
"Rata-rata [pemesanan sewa mobil] rombongan keluarga, mahasiswa yang mau liburan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.