Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—BMKG DIY mengimbau kepada masyarakat di Jogja dan sekitarnya untuk mewaspadai potensi cuaca esktrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi. Pasalnya, dalam beberapa hari ke depan berpotensi terjadinya hujan dalam intesitas sendang hingga lebat.
Kepala Stasiung Meteorologi, BMKG DIY, Warjono mengatakan, hasil analisis terkini mengidentifikasi adanya Bibit Siklon 91S di Samudera Hindia Barat Daya Lampung dan Bibit Siklon 93S di barat Australia. Hal yang sama juga terjadi di perairan NTT terlihat Bibit Siklon 94S.
BACA JUGA: Seluruh Wilayah di Pulau Jawa Harus Siaga Bencana hingga Awal 2025
Kondisi ini yang membentuk wilayah konvergensi atau daerah pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa yang membuat penambahan uap air di Pulau Jawa termasuk di wilayah DIY.
Di sisi lain, hangatnya suhu permukaan air laut di sekitar perairan Jawa menunjukkan adanya potensi penambahan massa uap air didukung kelembapan massa udara di lapisan 850 mb-700mb yang basah 80% - 98%.
Kondisi ini yang dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan sehingga berpotensi terjadinya hujan dalam beberapa hari ke depan. “Akan ada potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan,” kata Jojo, sapaan akrabnya saat dihubungi Kamis (12/12/2024).
Menurut dia, berdasarkan hasil Analisa yang dilakukan, maka pada Jumat (13/12/2024) ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan juga angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Timur, Kulonprogo bagian Utara dan Gunungkidul.
Hal yang sama juga terjadi pada Sabtu (14/12/2024), hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Timur, Kulonprogo bagian Utara dan Gunungkidul.
“Kami mengimabu kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, khususnya untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana,” katanya.
BACA JUGA: Sudah 355 Kejadian, Magelang Waspada Bencana Hidrometeorologi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, untuk antisipasi bencana saat musim hujan sudah menetapkan siaga darurat bencana hidromterologi hingga akhir Februari 2025.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, personel BPBD sudah disiapkan untuk diterjunkan pada saat terjadi musibah yang dapat terjadi kapan saja. Untuk mengurangi dampak dari bencana, Bambang juga meminta kepada Masyarakat untuk mewaspadai hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Pasalnya, fenomena ini berpotensi mengakibatkan pohon tumbang.
Oleh karena itu, sebagai bentuk dari mitigasi bencana di awal penghujan, Bambang meminta kepada Masyarakat untuk berhati-hati. Selain itu, juga ada imbauan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah yang telah rindang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko adanya pohon tumbang.
“Dahan-dahan yang telah lapuk juga dipotong. Selain itu, saluran air juga dibersihkan agar tidak memicu terjadinya genangan air saat hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
AS resmi larang impor robot humanoid & robot kaki empat buatan asing. FCC nilai robot ancaman keamanan nasional. China mengecam kebijakan ini!
Polresta Jogja memecah berkas 19 tersangka kasus Little Aresha Daycare menjadi dua kelompok berdasarkan dugaan peran. Jumlah korban kini mencapai 157 anak.
CEO Grammy Harvey Mason Jr. tanggapi keputusan BTS mundur dari Grammy 2027. Ia sedih tapi hormati, dan klarifikasi tujuan kategori Best Asian Pop.
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus OTT Pemalang, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan seorang staf administrasi KPK. Penyidikan dilakukan dalam
Concacaf bergabung dengan UEFA mengkritik proposal FIFA Forward Enterprise. Transparansi dan proses konsultasi menjadi sorotan utama terhadap rencana bisnis bar