Update Trans Jogja 2026: Rute Baru dan Tarif Terjangkau
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Dokter Daniel Tanubudi (tengah) foto bersama usai acara temu media di Jogja, Rabu (18/12/2024) ist
Harianjogja.com, JOGJA–Yayasan Bait Suci Kemah Kesaksian mengajak umat menciptakan perdamaian dunia. Langkah tersebut bisa dimulai dengan hal-hal kecil.
Pengajar Yayasan Bait Suci Kemah Kesaksian, Daniel Tanubudi mengatakan Bait Suci Kemah Kesaksian merupakan lembaga di bawah Gereja Yesus Shincheonji yang berpusat di Korea Selatan (Korsel).
Keberadaannya di Indonesia untuk memberikan pencerahan kepada umat melalui sejumlah kegiatan yang fokus pada kemanusian dan pendidikan. “Kami bergerak untuk menciptakan perdamaian dunia dimulai dari hal-hal kecil,” ujarnya pada acara temu media di salah satu resto di Jalan Kaliurang Sleman, Rabu (18/12/2024).
BACA JUGA: Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama di Kulonprogo untuk Mendorong Persatuan
Dia menjelaskan latar belakang yayasan yang tidak hanya konsens pada ranah domestik tetapi juga internasional itu. Tumbuh dari Korsel hingga kemudian keanggotaannya menyebar ke benua Asia, Eropa, Afrika serta Australia. Hingga kini tercatat lebih dari 100 ribu alumni pendidikan keimanan itu menjalani wisuda.
"Kami juga menggelar sejumlah kegiatan seperti seminar keimanan, donor darah maupun kegiatan sosial lainnya. Adapun misi yayasan tersebut dilakukan secara online maupun offline dan tanpa paksaan. Proses pembelajaran berlangsung delapan sampai sembilan bulan," paparnya.
Pihaknya sangat terbuka berdialog dengan semua agama karena perbedaan merupakan sarana untuk mencapai perdamaian. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Ketua Gereja Yesus Shincheonji, Lee Man-Hee, pada Seminar Alkitab Shincheonji bertajuk Kesaksian tentang Realitas Tergenapi dan Penggenapan Realitas di Pusat Perdamaian Shincheonji di Cheongpyeong, Gyeonggi-do Korsel, 23 November silam.
Lee Man-Hee, kata Daniel, menyatakan para pendeta harus melepaskan diri dari kepercayaan formal dan hidup berdasarkan Firman Tuhan. Kekuatan Gereja Gereja Yesus Shincheonji akan memiliki banyak dampak pada dunia keagamaan di masa depan.
Tidak heran Gereja Yesus Shincheonji menarik perhatian komunitas-komunitas keagamaan dan berhasil menyelesaikan seminar Alkitab itu. "Ke depan, kami berharap lebih banyak lagi generasi muda berminat mengikuti seminar dan pengajaran. Sekali lagi, demi satu tujuan mewujudkan perdamaian dunia," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas hingga pinggiran. Tarif tetap murah, jadi solusi transportasi hemat dan bebas macet di Jogja.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi