6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
GKR Hemas bersama Owner Raminten, Hamzah Sulaeman saat berkeliling meninjau produk oleh-oleh yang dijual di Olah Oleh Raminten yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Sabtu (21/12/2024) . /Harin Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pembelian produk oleh-oleh dipusatkan perbelanjaan sudah mulai merasakan dampaknya. Salah satunya di pusat oleh-oleh Raminten yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Ngampilan, Kota Jogja.
Toko oleh-oleh yang buka 24 jam ini mulai dibuka perdana pada Sabtu (21/12/2024). Manajer Operasional Olah Oleh Raminten, Parji Ronowijoyo mengaku telah menyiapkan berbagai produk unggulan, terutama bakpia Raminten dan produk UMKM lainnya.
“Kami berharap dengan adanya pusat oleh-oleh 24 jam ini, wisatawan dapat dengan mudah menemukan oleh-oleh yang mereka inginkan,” ujar Parji.
BACA JUGA : Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Stok Tiwul Yu Tum Ditambah 3 Kali Lipat
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Parji menjelaskan lonjakan penjualan oleh-oleh biasanya terjadi sepekan sebelum dan sesudah periode Nataru. “Wisatawan menjadi daya tarik utama peningkatan penjualan kami,” katanya.
Owner Raminten Hamzah Sulaeman berharap pusat oleh-oleh ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi para karyawan. Kehadiran GKR Hemas dalam pembukaan menjadi semangat tersendiri bagi Raminten.
"Momen kehadiran GKR Hemas sangat jarang, sehingga kami berharap dengan diresmikannya toko ini oleh beliau bisa semakin laris dan karyawan sejahtera," katanya.
GKR Hemas mengatakan keberadaan pusat oleh-oleh 24 jam dengan lokasi yang dipilih strategis, dekat dengan jalur lalu lintas utama sehingga akan memudahkan wisatawan untuk mengakses berbagai produk UMKM.
“Saya berharap ini tidak hanya menumbuhkan ekonomi Jogja, tetapi juga mendorong kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar GKR Hemas.
Ia menekankan pentingnya peran UMKM dalam mengembangkan ekonomi Jogja. Pusat oleh-oleh ini dapat menjadi pemicu bagi UMKM lainnya untuk meningkatkan kualitas produknya dan menjangkau pasar yang lebih luas.
BACA JUGA : Apam Akan Dijadikan Oleh-Oleh Khas Kampung Wisata Sosromenduran Jogja
"Jogja memang tujuan wisata yang digemari karena mudah dijangkau jadi harus terus berkembang, pusat oleh-oleh dengan buka selama 24 jam dan tempatnya juga strategis ini merupakan terobosan, karena memudahkan wisatawan bisa mendatanginya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
IESR mendukung pengurangan subsidi BBM lewat elektrifikasi transportasi, tetapi meminta perlindungan kelompok rentan dan penguatan ekosistem EV.
Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel mengungkap rumitnya proses rekrutmen pemain di Indonesia yang banyak mengandalkan jaringan dan video agen.
Prabowo mengajukan Aida S. Budiman, Solikin M. Juhro, dan Anwar Bashori sebagai calon pimpinan Bank Indonesia. Ini rekam jejaknya.
Garuda Indonesia ditargetkan mulai mencetak laba pada awal 2027. Rugi GIAA kuartal I/2026 menyusut 45,2% menjadi US$41,6 juta.
Pemerintah menyiapkan insentif bagi pengusaha logistik untuk meredam dampak zero ODOL yang berpotensi menaikkan biaya logistik 3,3%.