Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Budidaya nilam di Kalurahan Banjarharjo, Kapaneown Kalibawang yang menghasilan minyak atsiri diharpakan menambah penghasilan warga di sana. Dok Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Budidaya tanaman nilam di Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang dilakukan di lahan seluas empat hektar. Panen tanaman yang menghasilkan minyak yang bernilai harga tinggi ini dilakukan dengan sistem tumpang sari pada sela-sela tanaman lain.
Minyak tanaman nilam yang disebut atsiri banyak digunakan untuk bahan baku kosmetik, wewangian anti serangga, hingga dupa. Petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kalibawang, Suryono menyebut budidaya ini dilakukan di tanah kas desa yang sebelumnya tak digunakan dan gersang.
Saryono menerangkan budidaya nilam ini dimulai pada 2024 ini yang proyeksinya dapat menghasilkan 15 sampai 20 ton daun basah tiap hektarnya untuk diproduksi jadi minyak atsiri. "Kalau daun kering dengan kadar minyak 2,5% sampai 4% bisa dihasilkan lima ton tiap hektarnya, ini cukup potensial meningkatkan pendapatan warga," jelasnya, Minggu (22/12/2024).
BACA JUGA : Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Capai Swasembada Pangan Paling Lambat di 2029
Produksi minyak atsiri di Banjarharjo, jelas Saryono, dapat mencapai 100 sampai 200 kilogram perhektarnya untuk setahun. "Harganya sekitar Rp2.000 per kilogramnya, jadi lumayan menambah penghasilan apalagi ini hanya menumpang lahan tanaman lain," terangnya.
Nilam ini dibudidayakan pada lahan yang sedang ditanam kelengkeng, lanjut Saryono, yang terbukti pertumbuhannya cukup optimal. "Karena secara lingkungan wilayah Banjarharjo ini cocok ditanam nilam, ketinggiannya sesuai sekitar 100-400 diatas permukaan laut, curah hujannya juga bagus, termasuk kelembapannya," paparnya.
Sementara Lurah Banjarharjo, Susanto menerangkan budidaya nilam ini sesuai dengan arahan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat berkunjung ke wilayahnya itu. "Budidaya ini juga dapat fasilitasi Dana Keistimewaan karena prinsipnya memanfaatkan tanah kas desa yang sebelumnya kurang produktif sekarang jadi lebih produktif," tuturnya.
Budidaya nilam di Banjarharjo, menurut Susanto, dilakukan warganya yang diterima dengan baik. "Warga sangat senang karena nilam ini memang untuk yang jangka pendek, sedangkan yang jangka panjang ada kelengkeng dan pohon buah-buahan lain yang nantinya didesain jadi agrowisata," katanya.
Nilam dipilih karena menanamnya mudah dan dalam setahun dapat panen empat kali. "Biaya budidayanya juga murah, penangannya juga gampang termasuk saat panen nanti tinggal dipotong saja," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.