Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Embung Kaliaji dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu./Instagram @jogjaku
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor kepariwisataan mencapai Rp345.708.433.821. Adapun target kunjungan wisata tahun ini sebanyak 7,5 juta orang.
Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid mengatakan pemkab di tahun ini mematok PAD wisata sebesar Rp361.647.604.040. Hingga akhir November, capaian pendapatan yang masuk sebesar Rp345.708.433.821. “Memang belum memenuhi target dan kami berusaha mencapainya di akhir tahun ini. Yang jelas, dari sektor pariwisata mampu menyumbang 31,8% dari total PAD yang diperoleh Pemkab Sleman,” kata Ishadi, Senin (23/12/2024).
Dia menjelaskan, penyumbang PAD terbesar berasal dari sektor pajak yang mencapai Rp340.169.559.208. Jumlah ini terdiri dari pajak hotel sebesar Rp152.804.345.758; pajak restoran sebesar Rp167.501.805.769 dan pajak hiburan memeroleh Rp19.863.407.681.
Adapun pendapatan lain yang diperoleh berasal dari retibusi wisata sebesar Rp4.704.672.510 dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp1.116.979.581. “Kalau diprosentasekan, maka penerimaand ari sektor pajak mampu menyumbang 98,4% dari total keseluruhan PAD dari sektor kepariwisataan,” kata Ishadi.
BACA JUGA: Komisi B Dorong Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sleman
Meski capaian PAD kepariwisataan belum memenuhi target, tetapi dia mengakui bahwa penerimaan ada kenaikan sekitar 8,04% dibandingkan dengan capaian di periode 2023. Tahun lalu, hingga akhir November PAD yang diterima hanay sebesar Rp314,84 miliar. “Ini menunjukan sektor pariwisata di Sleman tumbuh dengan positif,” katanya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto menambahkan, target kunjungan wisata sebanyak 7,5 juta pengunjung. Hingga 15 Desember 2024, jumlah yang datang sudah mencapai 7.451.005 pengunjung. “Kami optimistis saat libur akhir tahun, target kunjungan di 2024 bisa terpenuhi,” katanya.
Kus Endarto menjelaskan jumlah kunjungan yang datang masih didominasi wisatawan dalam negeri dengan prosentase 97,25% dan sisanya 2,75% merupakan turis asing. Untuk destinasi favorit masih di seputaran Kaliurang, Candi Prambanan, Kali Adem hingga Tebing Breksi. “Wisatawan dalam negeri yang berkunjung kebanyakan dari Pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk wisatawan asing, kebanyakan berasal dari Malaysia, Singapura, China, Amerika Serikat dan Belanda,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.