Koperasi Mina Bahari 45 Bikin Nelayan Pantai Depok Makin Sejahtera
Koperasi Mina Bahari 45 mengubah Pantai Depok menjadi kawasan wisata kuliner laut yang menyejahterakan nelayan dan pelaku UMKM lokal.
Ilustrasi kamar hotel./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Meski belum merata, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul mencatat rata-rata okupansi hotel di Bantul selama libur Natal dan Tahun Baru lalu sudah sesuai target. Hanya saja, lama tinggal wisatawan atau length of stay (LoS) masih minim. Untuk itu, PHRI Bantul berharap pada tahun ini, lama tinggal wisatawan meningkat.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra menyampaikan target okupansi hotel selama libur akhir tahun telah tercapai. Selama periode tersebut, okupansi hotel di Bantul mencapai sekitar 80%.
Sementara sebelumnya, PHRI Bantul menargetkan okupansi hotel di Bantul mencapai 75% pada libur akhir tahun.
Meski begitu, menurut Hendra okupansi tersebut masih tidak merata. Beberapa penginapan di kawasan selatan Bantul, belum mencapai target tersebut. "Beberapa penginapan di selatan tidak sesuai ekspektasi, di sana tidak seramai kemarin [musim libur sekolah pertengahan 2024]," ujarnya.
Selain itu, menurut Hendra, beberapa vila dan penginapan di desa wisata wilayah Bantul okupansinya tidak mencapai target tersebut. "Kunjungan tidak begitu bagus, padahal akomodasi [yang disediakan] penginapan cukup bagus," imbuhnya.
Kenaikan Harga
Sementara, dia mengaku selama libur akhir tahun, tidak ada kenaikan harga sewa kamar secara drastis.
Sejak awal, pihaknya telah memberikan imbauan kepada pengelola penginapan agar kenaiakan tarif menginap tidak lebih dari 15% dari tarif normal. Akan tetapi dia tidak memungkiri terjadi kenaikan harga sewa lantaran memasuki high season. "Saya hanya mengimbau agar kenaikan harga dari harga reguler ke harga selama high season disesuaikan. Kenaikan harga harus diimbangi dengan [peningkatan] fasilitas untuk tamu yang berkunjung," ujarnya.
Sementara, meskipun target okupansi hotel selama libur akhir tahun telah terpenuhi, tetapi PHRI Bantul menyayangkan lama tinggal wisatawan yang belum optimal. Saat ini, lama tinggal wisatawan di Bantul masih mencapai sekitar 1,2 hari. "Kemarin saya tanya ke beberapa tamu, [tamu] pindah hotel ke Sleman dan Kami [Jogja]," katanya
Dia menuturkan beberapa tamu memilih berpindah ke penginapan di luar Bantul lantaran di wilayah lain ada destinasi wisata yang akan dikunjungi.
Dia menilai keberadaan destinasi wisata yang jumlahnya puluhan di wilayah lain mampu menarik wisatawan untuk menginap di wilayah tersebut. "Saya berharap dari [Pemkab] Bantul bisa mengupayakan untuk promosi bersama [untuk peningkatan] okupansi dan lama tinggal wisatawan," katanya.
Menurutnya, peningkatan lama tinggal wisatawan juga akan berdampak pada peningkatan spending money atau uang yang dihabiskan wisatawan selama berkunjung ke suatu daerah. Sehingga hal tersebut dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi banyak pihak.
Sementara Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono membenarkan belum semua penginapan di Kawasan Mangunan terisi. "Untuk homestay landai, tidak semua terisi selama liburan lalu. Tetapi separuh lebih terisi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Koperasi Mina Bahari 45 mengubah Pantai Depok menjadi kawasan wisata kuliner laut yang menyejahterakan nelayan dan pelaku UMKM lokal.
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri