Road to MJM 2026: Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pakar Hukum Tata Negara UGM, Yance Arizona mengkritik wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Menurut Yance akan ada sejumlah dampak negatif apabila pemilihan kepala daerah dikembalikan kepada DPRD.
Pertama, dari sisi politik wacana ini akan menghilangkan hak politik warga untuk memimpin pemimpin daerah. "Dalam 20 tahun terakhir banyak pemimpin daerah baik yang lahir karena dipilih langsung oleh rakyat," tulis Yance dalam keterangan resminya, Senin (6/1/2025).
Selanjutnya, kata Yance, wacana ini akan berdampak pada faktor determinan dari partai politik untuk menentukan kepala daerah. Partai politik Indonesia yang dinilai Yance sangat sentralistik, sehingga membuat keputusan DPP yang akan diikuti oleh anggota-anggota partainya di daerah.
Hal ini menyebabkan proses pemilihan kepala daerah akan menjadi sentralistik dan sangat menguntungkan bagi partai-partai besar saja. "Jadi, partai-partai menengah dan kecil mestinya tidak ikut dalam wacana untuk mengembalikan pemilihan kepala daerah oleh DPRD karena mereka tidak akan dapat apa-apa nanti," ucap dia.
Di sisi lain, salah satu faktor pendukung dari tercetusnya wacana perubahan sistem Pilkada ini berkaitan dengan penghematan dana pilkada serta sebagai upaya pemutusan praktik politik uang yang marak dilakukan dalam masa kampanye.
Yance berpandangan seharusnya efisiensi dapat dilakukan pada aspek dana politik. Misalnya seperti mengurangi pembiayaan perjalanan dinas untuk penyelenggara atau rapat rutin yang dilakukan dalam periode Pilkada tersebut.
Dana yang telah diefisiensikan harapannya dapat diarahkan lebih banyak untuk pengawasan dan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di tempat masing-masing. Alih-alih mengusulkan perubahan sistem pemilihan kepala daerah, Yance merasa persoalan anggaran ini dapat diatasi apabila pemerintah dapat memperbaiki efisiensi anggaran dan menindak tegas pelaku politik uang melalui lembaga-lembaga berwenang yang telah dibentuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.