Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kondisi tempat relokasi Teras Malioboro 2 di Ketandan, beluma da aktivitas pedagang, Senin (6/1/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja telah menginstruksikan Pedagang Kaki Lima (PKL) Teras Malioboro 2 untuk mulai pindah ke tempat relokasi. Pengundian sudah dilakukan, namun belum ada pedagang yang beraktivitas di tempat relokasi.
Berdasarkan pantauan Harian Jogja di salah satu tempat relokasi teras Malioboro 2, yakni di Ketandan, belum terlihat adanya aktivitas pedagang. Dari luar, gerbang tempat relokasi tersebut masih terpantau tertutup.
Hanya ada beberapa petugas keamanan yang berjaga dan sejumlah pekerja instalasi yang keluar-masuk tempat relokasi tersebut. Beberapa pengunjung Malioboro lalu lalang di sekitar tempat relokasi dengan gerbang bergaya Tionghoa tersebut.
Dari keterangan petugas keamanan, tempat relokasi tersebut saat ini belum dibuka. Beberapa PKL sudah menyurvei ke dalam beberapa waktu lalu, setelah pengundian lapak. Mereka ingin melihat lapak yang didapatkan dari hasil undian tersebut.
Namun para PKL saat ini masih berjualan di Teras Malioboro 2 lokasi yang lama. Adapun pengundian lapak sudah dimulai sejak 31 Desember 2024 lalu. Para PKL diberi waktu 14 hari setelah dimulainya pengundian lapak untuk pindah ke tempat relokasi tersebut.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro, Ekwanto, tidak memberikan banyak keterangan ketika dihubungi wartawan. Ia hanya memastikan tempat relokasi baik di Ketandan maupun Beskalan sudah siap digunakan. “Semuanya sudah siap,” katanya.
Namun untuk progress relokasi para PKL, ia belum mau memberikan keterangan. Hal ini kemungkinan disebabkan masih adanya polemik di kalangan PKL yang menuntut partisipasi aktif dari pihak PKL sebelum direlokasi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengungkapkan target relokasi pedagang ke kedua lokasi tersebut adalah pada awal Januari 2025. “Tempat-tempat berjualan para pedagang sudah siap, tinggal dilakukan pembersihan saja," ungkapnya.
Siwi menjelaskan ada beberapa lapak yang memiliki ukuran yang sama dengan lapak sebelumnya. Akan tetapi untuk pedagang kuliner, luasannya akan disesuaikan. "Karena konsep ini sama persis dengan Teras Malioboro 1, jadi tinggal penyesuaian saja. Jika sebelumnya sudah ada yang sesuai, ya tinggal digunakan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.