DPRD Kota Jogja Matangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
Ilustrasi. /Solopos- Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL-Beberapa warung kelontong mulai menaikkan harga jual gas elpiji 3 kilogram sejak beberapa waktu lalu. Meski begitu, ketersediaan gas elpiji 3 kilogram tersebut masih mencukupi kebutuhan di awal tahun 2025.
Seorang pemilik pangkalan gas elpiji di Panggungharjo, Sewon, Hariyono menuturkan tidak ada kenaikan gas elpiji 3 kilogram ditempatnya.
"Ini harganya [gas elpiji 3 kilogram] normal Rp18.000. Kemarin harga eceran tertinggi [HET]-nya naik jadi Rp18.000, sebelumnya Rp15.500," katanya, Selasa (7/1/2025)
Dia mengaku ketersediaan gas elpiji di awal tahun 2025 pun masih mencukupi.
"Persediaan aman," katanya.
Sementara seorang pemilik warung di Panggungharjo, Sewon, Wahadi mengaku harga gas elpiji 3 kilogram di warungnya naik pada Senin (6/1/2025). Sebelumnya, gas elpiji tersebut dibandrol dengan harga Rp22.000 per tabung, kemudian naik menjadi Rp23.000 per tabung.
Dia mengaku kenaikan tersebut lantaran harga beli gas elpiji dari pangkalan.
"Saya disetori [dari pangkalan] Rp21.000 per tabung, jadi saya jual Rp23.000 per tabung," katanya, Selasa (7/1/2025).
Dia mengaku meksipun ada kenaikan harga, namun ketersediaan gas elpigi masih mencukupi kebutuhan. Dia pun mengaku, tidak ada penurunan pembelian gas elpiji meski harga gas tersebut mengalami kenaikan. Dalam seminggu, dia dapat menjual sekitar 60 tabung gas elpiji 3 kilogram.
"[Meskipun harga gas naik] Kemarin dianter, tapi tadi pagi sudah habis. Biasanya habisnya tiga hari sekali," katanya.
Sementara pemilik warung kelontong di Pendowoharjo, Sewon, April, mengaku kenaikan gas elpiji 3 kg di tempatnya pun tidak membawa dampak yang siginifikan pada penurunan penjualan gas. Dia mengaku sebelumnya gas elpiji 3 kilogram dijual dengan harga Rp21.000 per tabung, saat ini naik menjadi Rp22.000 per tabung.
"Kenaikan sejak 10 hari lalu," ujarnya.
Sementara sebelumnya Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X telah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur No.457/KEP/2024 terkait dengan kenaikan gas elpiji 3 kilogram di DIY. Dalam surat keputusan tersebut, harga gas elpiji 3 kilogram naik dari Rp15.500 menjadi Rp18.000 per tabung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.