Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama RM Gustilantika Marrel dan pemuda lintas agama menanam 100 pohon langka di Kaliurang, Senin (20/1/2025).ist
Harianjogja.com, SLEMAN–Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan. Sebagai simbol upaya pelestarian lingkungan, Sultan bersama pemuda lintas agama menanam 100 pohon langka di Kaliurang seperti pronojiwo, kepel, sawo kecik, ketapang kencono dan jambu dersono.
“Manusia tidak seharusnya merusak alam, tetapi justru menjaga dan melestarikannya.” Pesan ini disampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pertemuan kekeluargaan bersama organisasi pemuda lintas agama di Nawang Jagad, Kaliurang, Sleman, Senin (20/1/2025).
BACA JUGA: Kumpulkan Lurah dan Jaga Warga, Ini Pesan Sultan HB X
"Jangan merusak, tapi bagaimana menjaga ciptaan-Nya. Semua agama memiliki tujuan yang sama dalam menjaga lingkungan. Kesadaran ini harus tumbuh di kalangan anak muda," ujar Ngarsa Dalem. Acara ini turut dihadiri GKR Mangkubumi, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, dan RM Drasthya Wironegoro.
RM Gustilantika Marrel menjelaskan bahwa ide kegiatan ini muncul pada Desember 2024 dalam pertemuannya dengan pemimpin organisasi pemuda lintas iman. Tema besar yang diusung adalah Air untuk Masa Depan Peradaban.
Mas Marrel menekankan pentingnya menjaga ekosistem DIY dengan fokus pada kelestarian air. Seperti titah yang disampaikan Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana X yang berharap agar gunung harus dikembalikan sebagaimana mestinya gunung, yakni bentang alam lereng Merapi yang tadinya gunung harus kembali menjadi gunung.
"Persoalan lingkungan sering kali tidak terlihat hingga dampaknya terasa. Ketika itu terjadi, sudah terlambat. Oleh karena itu, kami memulai gerakan Gunung Bali Gunung agar Gunung Merapi di wilayah DIY ini kembali seperti fungsinya: menjadi sumber kehidupan," jelasnya.
BACA JUGA: Jokowi Bertemu Sultan HB X di Jogja, Ini Hasil Pertemuannya
Sementara itu, GKR Mangkubumi berharap aksi penanaman pohon ini dapat diperluas. “Sejak erupsi Merapi 2010, banyak alur sungai tertutup. Dengan semakin banyak pohon, aliran air akan kembali menghidupkan wilayah hingga ke selatan,” ujar GKR Mangkubumi.
Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, menyebut aksi ini sebagai bukti nyata kolaborasi lintas iman untuk melestarikan lingkungan. Ia menautkan filosofi Keraton Yogyakarta, Memayu Hayuning Bawana, dengan ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si. “Merawat bumi berarti merawat kehidupan itu sendiri. Dengan aksi ini, kita membangun Indonesia yang hijau dan berkelanjutan,” tegas Gusma.
Ketua Umum GAMKI, Sahat MP Sinurat, melihat acara ini sebagai kelanjutan sejarah. Ia mengingatkan peran Sultan HB IX pada 19 Agustus 1945 yang mengumpulkan pemuda di Bangsal Kepatihan untuk menyuarakan semangat perubahan. “80 tahun kemudian, sejarah berlanjut. Hari ini, Sultan HB X bersama 100 pemuda Indonesia meneguhkan tekad untuk merawat bangsa dan alamnya,” ujarnya.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, memaknai pohon sebagai simbol Indonesia. Ia mengibaratkan, dahan, ranting, dan daun pohon adalah representasi kebhinekaan Indonesia, sementara akar adalah kerajaan-kerajaan Nusantara yang menjadi pondasi bangsa.
"Tugas kita adalah merawat dan memupuk akar kebijaksanaan lokal agar pohon Indonesia terus tumbuh dan memberikan buah kesejahteraan," jelas Addin.
Dari perspektif lingkungan, Wiryawan dari Gemabudhi menegaskan pentingnya komitmen menjaga bumi. "Merawat alam berarti melindungi Indonesia dan dunia dari bencana," katanya.
Acara ini dihadiri berbagai tokoh lintas iman, seperti Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua Umum GAMKI Sahat MP Sinurat, Wakil Ketua Gemabudhi Wiryawan, dan perwakilan Pemuda Muhammadiyah DIY, Eko Priyo Agus Nugroho.
Hadir pula Taprof Bidang Ideologi Lemhannas RI AM Putut Prabantoro serta Herman Handoko, Ichwan Peryana dan Muhammad Fauzi Purnama yang ketiganya adalah mitra GP Ansor.
Penanaman 100 pohon ini menjadi simbol harapan akan kolaborasi lintas iman dan generasi untuk menjaga alam. Melalui aksi ini, pemuda Indonesia diajak mengambil peran lebih besar dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.