Angka Pernikahan di Jogja Menurun, Usia Menikah Kini 22-28 Tahun
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Ilustrasi vaksin PMK./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bantul bertambah. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mendorong agar peternak melakukan vaksinasi terhadap sapinya.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo membenarkan adanya penambahan jumlah sapi yang terkena PMK di Bantul.
DKPP Bantul mencatat hingga 19 Januari 2025 ada 369 ekor sapi yang sakit, 39 ekor sapi yang mati, dan ada tiga ekor sapi yang dipotong secara paksa untuk mencegah kematian sapi karena PMK. Sementara ada 13 sapi yang sembuh dari PMK.
Joko mengimbau agar peternak melakukan vaksinasi pada sapi yang sehat untuk mengantisipasi peningkatan kasus PMK.
Dia menuturkan peternak dapat memperoleh vaksin secara gratis di puskesmas hewan (puskeswan) terdekat. “Vaksin sudah bisa diakses,” ujarnya di Poncosari, Srandakan, Selasa (21/1/2025).
Dia menuturkan pada Januari 2025, vaksin PMK yang telah turun mencapai 3.250 dosis. Sementara nantinya secara bertahap vaksin PMK akan disalurkan ke Bantul tahun ini. “Kami mendapat 33.080 dosis,” ujarnya.
BACA JUGA: Tekan Kasus PMK, 14 Puskeswan Disiagakan Melayani Vaksinasi Ternak
Joko pun mengimbau agar peternak yang sapinya mengalami gejala PMK dapat memeriksakan ternaknya ke puskeswan terdekat.
Sementara Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Segoroyoso (PPDS), Rejo Mulyo mengaku ada beberapa sapi di Segoroyoso yang mengalami gejala PMK. Beberapa gejala yang dialami sapi di sana antara lain mulut yang keluar banyak air liur.
Namun, pemilik memilih untuk mengobati sapi tersebut secara mandiri. “[Sapi] Sakit tidak dipanggil dokter [hewan], ditangani sendiri. Kami pakai ramuan dari tumbuhan, pengobatan tradisional dengan garam,” ujarnya.
Rejo tidak menyebut secara pasti komposisi ramuan yang digunakan peternak disana. Namun, menurutnya, ramuan tersebut mampu menyembuhkan sapi yang mengalami gejala PMK. Dia pun mengklaim belum ada sapi yang mati karena PMK di Segoroyoso. “Kami sudah praktek [menggunakan ramuan tradisional mengobati sapi yang sakit] puluhan tahun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.