Guru Sudah Cukup, Pemkab Bantul Tutup Rekrutmen Honorer
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Kusir menyiapkan andongnya di Malioboro, Kamis (23/11)/Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (Dispar DIY) menargetkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik di 2025 dibandingkan 2024 lalu.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi mengungkapkan target tersebut mencakup kenaikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) atau wisatawan domestik.
Imam menjelaskan, pada tahun lalu wilayahnya dikunjungi sebanyak 220.000 wisman dan 8-9 juta wisnus. Capaian itu disebutnya memang masih cukup jauh jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi COVID-19 melanda di maka angka kunjungan wisman sebanyak 600.000 dan wisnus sebanyak 20 juta.
BACA JUGA : Kunjungan Wisata 2024, Klaten Didatangi 6,8 Juta Orang
“Target kami tahun ini wisman bisa naik 100 ribu sampai 150 ribu dibandingkan tahun lalu, sementara wisnus bisa mencapai angka 10 juta kunjungan,” ungkap Imam, Rabu (29/1/2025).
Selain menargetkan peningkatan jumlah kunjungan, Dinas Pariwisata DIY juga berupaya meningkatkan lama tinggal wisatawan. Saat ini, rata-rata lama tinggal wisman masih sekitar dua hari lebih, sementara wisnus cenderung memiliki pola kunjungan yang lebih singkat.
“Kami berharap, dengan peningkatan jumlah kunjungan, tingkat lama tinggal juga meningkat. Memang itu juga tergantung dari kualitas destinasi wisatanya juga," ungkapnya.
Oleh karena itu pihaknya akan berusaha untuk meyakinkan bahwa promosi yang dilakukan berjalan dengan baik dan optimal. Selain itu destinasi wisata benar-benar siap menjadi tempat berkunjung wisatawan serta memberikan atraksi yang dapat menahan wisatawan untuk lebih lama tinggal di Jogja.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kecenderungan wisnus, terutama pelajar dan wisatawan rombongan yang hanya singgah sebentar tanpa menginap. Beberapa dari mereka bahkan memilih untuk tetap di dalam bus atau sekadar melewati Jogja tanpa benar-benar menikmati destinasi wisata secara maksimal.
“Ini yang menjadi pekerjaan rumah kami ke depan. Kami harus memastikan bahwa Jogja tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi destinasi utama dengan pengalaman wisata yang lebih mendalam,” tambahnya.
Dispar DIY akan terus memperkuat strategi promosi, meningkatkan kualitas destinasi wisata, serta menghadirkan atraksi yang lebih menarik. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata DIY menuju kondisi yang lebih baik dibandingkan masa sebelum pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Ekspor Bantul periode Januari-April 2026 capai Rp532 miliar. Simak daftar komoditas unggulan dan upaya Pemkab Bantul menjaga target ekspor di sini.
Badan Gizi Nasional (BGN) ingatkan masyarakat waspada penipuan pendaftaran SPPG. Pendaftaran hanya melalui portal resmi, BGN tidak pakai perantara.
DPRD Kota Jogja akan memverifikasi langsung program Pemkot Jogja terkait sampah, Malioboro, hingga pengawasan rumah kost.
Google Health 5.0 wajib di-update bagi pengguna Fitbit. Simak ulasan mengenai fitur baru, masalah AI Gemini, hingga hilangnya fitur komunitas di sini.
Miley Cyrus jadi artis kelahiran 90-an pertama yang meraih bintang di Hollywood Walk of Fame. Simak pidato haru dan pesan mendalam sang penyanyi di sini.