BNNP DIY Bongkar Modus Sabu dalam Speaker, Mahasiswa Dibekuk
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Wisatawan berkunjung ke Pinus Sari Mangunan, Selasa (3/5/2022)./Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, BANTUL—Selama momen libur long weekend hari raya Isra Mikraj dan Imlek 2025, Kabupaten Bantul justru diguyur hujan dalam beberapa hari. Namun, momen tersebut justru membuat ribuan wisatawan berkunjung ke Kawasan Mangunan.
Pokdarwis RPH Mangunan mencatat kunjungan wisatawan ke Kawasan Mangunan selama long weekend tersebut mencapai 11.287 orang. Dari jumlah tersebut, kunjungan wisatawan paling banyak di Pinus Sari yang mencapai 5.065 orang.
Pengurus Pokdarwis RPH Mangunan, Purwo Harsono menuturkan kunjungan wisatawan ke Pinus Sari lebih tinggi dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Kawasan Mangunan. Alasannya sebagian besar wisatawan datang ke Kawasan Mangunan untuk menikmati pemandangan alamnya.
BACA JUGA : Kunjungan Wisatawan ke Mangunan Terus Merosot, Pokdarwis Blak-blakan Penyebabnya
“[Wisatawan berkunjung ke Mangunan] Untuk berburu kabut di hutan, karena saat musim hujan, hutan pinus sangat bagus [pemandangannya]. Itu yang masih bertahan [kunjungan wisatawan], secara alami [hutan pinus] masih menjadi daya tarik yang khas,” ujarnya, Rabu (29/1/2025).
Menurutnya kunjungan wisatawan cenderung tidak optimal selama musim penghujan di destinasi wisata lain, seperti Gunung Pengger dan Puncak Becici. Kunjungan wisatawan akan meningkat selama musim kemarau. Hal itu lantaran destinasi wisata tersebut menawarkan untuk menikmati pemandangan alam di ketinggian.
Di Gunung Pengger kunjungan wisatawan selama long weekend mencapai 2.913 orang, adapun di Puncak Becici kunjungan wisatawan mencapai 2.683 orang. Jumlah tersebut berkisar 50% lebih rendah dibandingkan dengan kunjungan wisatawan ke Pinus Sari.
Selama long weekend, ia mengaku kunjungan wisatawan sebagian besar hanya datang sekitar dua jam lalu berpindah ke destinasi wisata lain. Namun, ada beberapa wisatawan yang menghabiskan waktu lebih lama dengan menginap di desa wisata, atau mengikuti beberapa paket wisata yang disediakan disana selama satu hari.
BACA JUGA : Lalu Lintas Kawasan Mangunan Dievaluasi, Sistem Satu Arah Jadi Sorotan
Kedepan pengelola akan terus mengembangkan paket-paket wisata agar dapat meningkatkan lama kunjungan wisatawan. Menurutnya, hal itu dapat menjamin keberlangsungan desa wisata di masa mendatang.
“Jadi [Kawasan Mangunan] bukan lagi mass tourism, tetapi membuat daya tarik baru yang berbasis quality tourism. Sehingga wisatawan lebih banyak membelanjakan uangnya, kalau beli paket dia [wisatawan] tinggal di homestay, menikmati kuliner, dan paket wisata yang ada,” ujarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.
Ingin lansia tetap sehat saat puasa Arafah? Simak 5 tips praktis mengenai hidrasi, nutrisi, dan aktivitas agar lansia tetap bugar saat Iduladha.
Tidak hanya soal kecepatan, pengguna internet kini mulai lebih memperhatikan faktor stabilitas koneksi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.