Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi vandalime.dok/harianjogja
Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja menelusuri aksi vandalisme bertuliskan "Adili Jokowi". Polresta juga mengimbau jika ada warga yang memiliki petunjuk untuk segera melaporkan.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma menduga aksi vandalisme tersebut merupakan gerakan terstruktur. “Ini baru analisa awal, ya, kalau ada tulisan sama di beberapa daerah mungkin ada kelompok tertentu yang menggerakkan, ada isu politik atau lainnya,” paparnya, Jumat (7/2/2025).
BACA JUGA: Muncul Vandalisme Adili Jokowi, Begini Analisis LBH Yogyakarta dan Peneliti Perludem
Saat ini kepolisian masih menelusuri CCTV dan mencari keterangan di sekitar lokasi vandalisme. “Masih kita dalami. Kami lagi mengumpulkan keterangan di sekitar lokasi dan CCTV,” katanya.
Dia berharap masyarakat atau instansi terkait bisa melaporkan jika melihat dugaan pelaku vandalisme tersebut. “Vandalisme kan merusak Kota Jogja, tidak pada tempatnya. Kami minta kerja sama seluruh warga sama-sama menjaga,” ungkapnya.
Dari pantauan Harianjogja.com pada Jumat (7/2/2025), vandalisme "Adili Jokowi" sudah ditutup menggunakan pilox atau cat warna hijau. Hal ini terlihat salah satunya di sisi selatan pagar Stadion Mandala Krida dan halte depan Taman Makam Pahlawan.
Untuk diketahui, pelaku vandalisme dapat dijerat Pasal 406 ayat 1 KUHP tentang Perusakan Barang, dengan ancaman pidana hingga dua tahun delapan bulan penjara.
BACA JUGA: Pertemuan Prabowo-Megawati Diyakini Tak Mengganggu Hubungan dengan Jokowi
Sebelumnya diberitakan, Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, menuturkan dari pantauan timnya, terdapat setidaknya 15 titik vandalisme ‘Adili Jokowi’ di Kota Jogja. “Lebih kurang saat ini terpantau di 15 lokasi,” katanya.
Beberapa titik yang sudah ditindaklanjuti oleh Regu Pastibum Satpol PP Kota Jogja, diantaranya Halte Depan Taman Makam Pahlawan Jln Kusumanegara, halte dan Dinding Depan Pura Pakualaman Jln Sultan Agung, dinding Pertigaan Stadion Mandala Krida Jalan Gayam. “Lokasi lain masih dalam proses,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.