DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Identitas Kependudukan Digital (IKD) - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul mencatat warga yang telah melakukan aktivitasi Identitas Kartu Digital (IKD) sebanyak 8.880 orang. Jumlah ini masih jauh dari target nasional sebanyak 30% pemilik KTP-el mempunyai kartu identitas yang bisa tersimpan di gawai.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Disdukcapil Gunungkidul, Anton Wibowo mengatakan, program IKD sudah diperkenalkan oleh Pemerintah Pusat sejak 2022 lalu. Setiap daerah pun diminta untuk berperan aktif menyuksekan program ini.
Oleh karena itu, ada target di setiap daerah untuk melakukan aktivasi IKD sebanyak 30% dari total pemilik KTP-el. Meski demikian, ia mengakui hingga sekarang program di Gunungkidul belum berjalan lancar.
Ia berdalih, proses aktiviasi yang dilakukan belum banyak karena hingga sekarang baru tercatat 8.880. sedangkan yang sudah melakukan perekaman KTP-el mencapai 99,01%. “Awalnya kita fokus untuk aktivasi di kalangan PNS di lingkup pemkab, tapi selanjutnya juga menyasar ke Masyarakat umum. Tapi, programnya masih butuh digalakkan,” kata Anton kepada wartawan, Minggu (9/2/2025).
Menurut dia, ada sejumlah kendala masih dihadapi dalam implementasi IKD. Beberapa kendalan yang muncul seperti keterbatasan dukungan perangkat, masalah jaringan internet, dan belum banyak lembaga yang menerima penggunaan IKD sebagai pengganti KTP fisik. “Di luar Gunungkidul seperti bandara dan stasiun sudah bisa memberikan layanan untuk penggunaan IKD, tapi di Gunungkidul masih penyiapan, yang salah satunya ada di perbankan,” katanya.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja, mengatakan, penerapan IKD diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan dokumen kependudukan. Pasalnya, program ini juga sebagai upaya untuk tertib administrasi kependudukan.
Menurut dia, kepemilikan identitas digital memiliki banyak manfaat. salah satunya untuk mengurangi risiko kerusakan atau kehilangan kartu penduduk secara fisik. “IKD menjadi solusi bagi generasi muda yang lebih akrab dengan layanan digital,” kata Markus.
Untuk meningkatkan aktiviasi, pihaknya terus melakukan sosialisasi. Selain itu, juga ada upaya jemput bola demi mengoptimalkan capaian IKD. “Petugas turun langsung ke berbagai kalurahan melakukan aktivasi IKD secara massal. Jadi, masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor disdukcapil,” kata Markus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.
Sopir truk kecelakaan maut di Mojosongo Solo ditangkap di Boyolali. Polisi masih memeriksa pengemudi untuk proses penyidikan.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.