PSS Sleman Hadapi Dewa United, Cleberson Andalkan Dukungan dari Suporter
Cleberson menyebut dukungan suporter menjadi kekuatan PSS Sleman saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN -- Insiden dugaan keracunan massal di Tempel menyebabkan ratusan orang mengalami gejala keracunan mulai dari diare hingga demam. Polisi akan memeriksa sejumlah pihak perihal insiden ini.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian menjelaskan laporan dugaan keracunan diperoleh polisi pada Minggu (9/2/2025) pagi. Sementara diketahui acara hajatan diadakan pada Sabtu (8/2/2025). Gejala keracunan muncul satu hari setelahnya.
"Kami baru dapat laporan pagi hari ini. Kegiatan hajatannya kan kemarin (Sabtu). Proses itu mungkin dari mual-mual sampai masuk rumah sakit itu dari kejadian tadi malam, maksudnya ada proses satu hari," kata Adrian pada Minggu (9/2/2025) malam.
Mendapati informasi tersebut, polisi lantas turun ke lokasi. Adrian menjelaskan bila petugas juga telah berkomunikasi dengan penggelar hajatan. Hanya saja, warga yang menyelenggarakan hajatan ini kata Adrian juga menjadi korban. Bahkan keluarga besan pemilik hajatan pun juga dilarikan ke rumah sakit.
"Tadi kami sudah komunikasi sama yang punya acara, dia juga korban, bahkan besan-besannya itu di rumah sakit semua," tandasnya.
Saat ini polisi baru melakukan komunikasi awal, akan tetapi pemeriksaan lebih lanjut akan dikakukan kepada sejumlah pihak termasuk dari pihak katering. "Dalam waktu dekat kami melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait," ujarnya
"Iya [katering], akan kami periksa semua. Yang tau hajatan itu, dia katering di mana, beli sama siapa. Kami harus pemeriksaan terhadap sumbernya dulu yang punya hajatan," tegasnya.
BACA JUGA: Kronologi Ratusan Warga Tempel Sleman Keracunan Massal Seusai Santap Menu Hajatan
Di sisi lain, Adrian mengapresiasi seluruh stakeholder yang turun dalam membantu penanganan dugaan keracunan di sana. Posko juga langsung didirikan usai banyaknya warga yang mengalami gejala keracunan.
Dampingi Korban
Belasan personel Polsek Tempel diterjunkan ke posko usai warganya mengalami sejumlah gejala keracunan. Kapolsek Tempel, AKP Gunawan Setiabudi menjelaskan petugasnya kini fokus terhadap pendampingan para korban di posko.
"Kami baru fokus di pendampingan, penanganan korban. Kami baru fokus ini, korban dulu," terang Gunawan ditemui di lokasi pada Minggu (9/2/2025).
"Kami fokus korban dulu, pertolongan pertama dulu," tandasnya.
Tak kurang dari 15 personel diturunkan Polsek Tempel untuk mendampingi para korban yang duduga mengalami keracunan.
"Ini ada 15-an [personel], sementara di sini posko, pendampingan korban," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cleberson menyebut dukungan suporter menjadi kekuatan PSS Sleman saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.