23 Warga Sleman Terdampak Gas Bocor di Bayen, Sampel Air Diuji
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN -- Insiden dugaan keracunan massal di Tempel menyebabkan ratusan orang mengalami gejala keracunan mulai dari diare hingga demam. Polisi akan memeriksa sejumlah pihak perihal insiden ini.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian menjelaskan laporan dugaan keracunan diperoleh polisi pada Minggu (9/2/2025) pagi. Sementara diketahui acara hajatan diadakan pada Sabtu (8/2/2025). Gejala keracunan muncul satu hari setelahnya.
"Kami baru dapat laporan pagi hari ini. Kegiatan hajatannya kan kemarin (Sabtu). Proses itu mungkin dari mual-mual sampai masuk rumah sakit itu dari kejadian tadi malam, maksudnya ada proses satu hari," kata Adrian pada Minggu (9/2/2025) malam.
Mendapati informasi tersebut, polisi lantas turun ke lokasi. Adrian menjelaskan bila petugas juga telah berkomunikasi dengan penggelar hajatan. Hanya saja, warga yang menyelenggarakan hajatan ini kata Adrian juga menjadi korban. Bahkan keluarga besan pemilik hajatan pun juga dilarikan ke rumah sakit.
"Tadi kami sudah komunikasi sama yang punya acara, dia juga korban, bahkan besan-besannya itu di rumah sakit semua," tandasnya.
Saat ini polisi baru melakukan komunikasi awal, akan tetapi pemeriksaan lebih lanjut akan dikakukan kepada sejumlah pihak termasuk dari pihak katering. "Dalam waktu dekat kami melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait," ujarnya
"Iya [katering], akan kami periksa semua. Yang tau hajatan itu, dia katering di mana, beli sama siapa. Kami harus pemeriksaan terhadap sumbernya dulu yang punya hajatan," tegasnya.
BACA JUGA: Kronologi Ratusan Warga Tempel Sleman Keracunan Massal Seusai Santap Menu Hajatan
Di sisi lain, Adrian mengapresiasi seluruh stakeholder yang turun dalam membantu penanganan dugaan keracunan di sana. Posko juga langsung didirikan usai banyaknya warga yang mengalami gejala keracunan.
Dampingi Korban
Belasan personel Polsek Tempel diterjunkan ke posko usai warganya mengalami sejumlah gejala keracunan. Kapolsek Tempel, AKP Gunawan Setiabudi menjelaskan petugasnya kini fokus terhadap pendampingan para korban di posko.
"Kami baru fokus di pendampingan, penanganan korban. Kami baru fokus ini, korban dulu," terang Gunawan ditemui di lokasi pada Minggu (9/2/2025).
"Kami fokus korban dulu, pertolongan pertama dulu," tandasnya.
Tak kurang dari 15 personel diturunkan Polsek Tempel untuk mendampingi para korban yang duduga mengalami keracunan.
"Ini ada 15-an [personel], sementara di sini posko, pendampingan korban," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.