Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Suasana peluncuran KBAH di kantor Diskominfo Bantul, Senin (10/2/2025)/ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul melaunching Kebiasaan Anak Bantul Hebat (KABH) pada Senin (10/2/2025), di Kantor Diskominfo Bantul.
Dengan adanya KABH diharapkan anak Bantul bisa mendukung keberadaan 8 karakter Bangsa, yakni, relegius, bermoral, sehat, cerdas & kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat.
Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, KABH adalah bentuk penguatan pendidikan karakter melalui pembiasan kepada peserta didik. Sekaligus upaya menanggulangi tantangan pedidikan ditengah maraknya kekerasan, kesehatan fisik, psikis, adiksi gawai, dan pornografi.
BACA JUGA: Gajahwong Educational Park Beri Ruang Anak, Putar Roda Perekonomian
Adapun dasar dari peluncuran KABH adalah Perda DIY No.4/2011 tentang Tata Nilai Budaya Yogyakarta, SEB tertanggal 16 Januari 2025 tentang penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan di Satuan Pendidikan.
Menurut Nugroho, jika di tingkat Nasional telah ada pembiasaan berupa bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar dan bermasyarakat serta tidur cepat. Maka, di Bantul bentuk dari KABH diwujudkan dalam sikap ngapurancang, menunjukkan jempol, mengucapkan nuwun sewu, mengucapkan maturnuwun, mengucapkan ngapunten, mengucapkan mangga dan mengucapkan injih.
"Hal ini harus kami biasakan dengan pendekatan yang membuat anak merasa senang. Kebiasaan ini harus dilakukan saat pertemuan pagi di satuan pendidikan dan penerapannya dilakukan secara optimal saat adanya gerakan kepanduan ataupun ekstra kulikuler," kata Nugroho, Senin (10/2/2025).
Oleh karena itu, Nugroho menilai kesuksesan pembiasaan KABH ini tidak lepas dari peran semua pihak. Untuk satuan pendidikan berperan dalam membimbing anak menerapkan KABH di satuan pendidikan. Untuk keluarga memiliki peran penting dalam pembiasaan penerapan KABH di lingkungan keluarga.
"Untuk masyarakat, diperlukan kondisi yang kondusif untuk pembiasaan penerapan KABH dan media berperan menyebarluaskan informasi tentang praktik baik dari penerapan KABH," ucap Nugroho.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji mengaku menyambut baik dengan adanya peluncuran KABH. Sebab, KABH telah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bantul.
"Ini sesuai dengan visi dan misi kami. Kami ingin wujudkan sumberdaya manusia yang unggul, berkarakter dan berbudaya serta istimewa," katanya.
Selain itu, lanjut Hermawan, orang sukses tidak sepenuhnya karena kepintaran, namun dikarenakan karakter moral dan kinerja yang kuat. "Kami meyakini program KBAH akan membentuk karakter anak-anak kita dan berpengaruh terhadap SDM Bantul," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.
Rupiah melemah hingga Rp17.800 per dolar AS. DPR menilai kondisi ini dipicu sentimen, bukan krisis seperti 1998. Ini penjelasannya.
Program MBG menjangkau 62,4 juta penerima di Indonesia. Siswa mendominasi, total 8,3 miliar porsi telah disalurkan sejak 2025.