Dinkes Bantul Klaim Animo Warga Tinggi untuk PKG, Tapi Sejumlah Masalah Masih Terjadi

Jumali
Jumali Senin, 10 Februari 2025 14:37 WIB
Dinkes Bantul Klaim Animo Warga Tinggi untuk PKG, Tapi Sejumlah Masalah Masih Terjadi

Dokter - ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengklaim animo masyarakat untuk mengakses program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang mulai dijalankan Senin (10/2/2025) cukup tinggi. Sedikitnya ada sembilan orang telah mendaftar dan mengakses program PKG.

"Untuk total berapa yang mendaftar dan mengakses di hari pertama, kami masih menunggu rekap. Mungkin sore nanti sudah ada total yang mendaftar dan mengakses," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widyantara, Senin (10/2/2025).

BACA JUGA: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Digelar Lebih Dulu di Sleman, Dinkes Temukan Sejumlah Kendala

Agus juga mengakui selain masyarakat yang mendaftar dan mengakses program PKG pada Senin (10/2/2025), dirinya juga menemukan ada warga yang telah mengakses PKG sebelum kickoff pelaksanaan. Salah satunya yang dialami oleh Puskesmas Kasihan 1. Warga tersebut dilayani  dan mendapatkan pelayanan PKG.

Di sisi lain, Agus mengungkapkan, banyak kendala yang terjadi pada hari pertama simulasi dan pelaksanaan PKG. Mulai dari banyaknya warga yang belum mengakses satu sehat, hingga belum melakukan skrining mandiri.

"Kendala juga terjadi di software dan ada juga kendala terkait belum adanya reagen untuk pemeriksaan laboratorium. Dan memang belum semua skrining bisa dilakukan," jelas Agus.

BACA JUGA: Uji Coba Pemeriksaan Kesehatan Gratis Besok, 2 Puskesmas di Gunungkidul Ini Mengaku Siap

Kepala Puskesmas Bambanglipuro, Rades Pipit Murpitayani mengungkapkan, ada tiga warga yang telah melakukan PKG. Namun, skrining mengalami kendala karena mereka mengalami kendala saat akan mengisi form di aplikasi satu sehat mobile. Selain itu, ada juga yang datanya tidak muncul di aplikasi satu sehat.

"Jadi masih banyak kendala pendaftaran dan aplikasi," katanya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, Rades mengaku petugas akhirnya memilih menggunakan aplikasi ASIK. Aplikasi ASIK adalah aplikasi khusus untuk petugas kesehatan di puskesmas dan akhirnya bisa dilayani pemeriksaan kesehatan gratis.

"Jadi kami manfaatkan aplikasi ASIK. Karena penggunaan aplikasi satu sehat mobile masih banyak kendala," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online