BPHTB Sleman Baru 20 Persen, Pemkab Genjot Sinergi
Penerimaan BPHTB Sleman baru 20 persen dari target Rp400 miliar. Pemkab perkuat sinergi dan layanan untuk mengejar capaian.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa sedang merentangkan kaos sebagai simbol pemajuan UMKM di Kantor Kelurahan Sidorejo, Godean, Senin (10/2/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menegaskan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran utama dalam membangun perekonomian daerah. Oleh sebab itu, perlu ada pemberdayaan bagi pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kualitas produk dan pasar.
Dia menambahkan UMKM merupakan penyelamat perekonomian Indonesia, sebagai tulang punggung. Sebab itu, acara-acara kolaboratif sebagaimana yang digelar di Kantor Kalurahan Sidorejo, Godean, Senin (10/2/2025) bertajuk Oktapreneur perlu ditingkatkan.
BACA JUGA : Sepanjang 2024, Rp2,5 Miliar Terserap untuk Pinjaman Lunak UMKM di Sleman
Acara yang diinisiasi Bahana UMKM Bergerak tersebut mengahadirkan perwakilan delapan pilar ekonomi dan lingkungan, yaitu UMKM, Pokdarwis, Desa Wisata, Desa Budaya, Gabungan Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat WKSBM Darma Sejahtera, dan Pegiat Sampah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan, akses pembiayaan, serta penguatan jaringan pemasaran,” kata Danang dikutip Senin (10/2/2025).
Acara temu pelaku ekonomi dan lingkungan seperti itu juga menjadi ruang untuk saling menambah wawasan/ pengetahuan dan ilmu. Danang menegaskan Pemkab Sleman ingin memastikan setiap pelaku usaha mendapat dukungan yang mereka butuhkan. Kebutuhan tersebut mulai dari pelatihan, akses modal, maupun pemasaran digital.
Pendiri Bahana UMKM, Tetra Budiarto mengatakan acara Oktapreneur tersebut tercetus dari Pameran Potensi Daerah di Lapangan Denggung di mana bentuk kegiatannya berupa podcast. Melalui podcast tersebut, dia menyimpulkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dialami pelaku UMKM, seperti produk, perizinan, permodalan, dan pemasaran.
BACA JUGA : Pemkab Kulonprogo Minta ASN Tingkatkan Pembelian di BelabeliKu
“Dari hasil evaluasi terkait permasalahan yang dialami pelaku UMKM dalam podcast teraebut maka diadakan kegiatan Ngaji UMKM yang berencana akan di laksanakan di Bulan April atau Mei dengan setiap 86 kalurahan. Kegiatan tersebut rencananya akan dilakukan setiap seminggu satu kali yang selesai dua tahun kurang satu bulan,” kata Tetra.
Tetra berharap Bahana UMKM Bergerak dapat memberikan kontribusi dalam mendukung komitmen Pemkab Sleman dalam pengembangan UMKM agar lebih inovatif, tangguh, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerimaan BPHTB Sleman baru 20 persen dari target Rp400 miliar. Pemkab perkuat sinergi dan layanan untuk mengejar capaian.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.