Advertisement
Pemkab Kulonprogo Minta ASN Tingkatkan Pembelian di BelabeliKu
Seorang warga melihat laman Belabeliku.com yang merupakan marketplace bagi produk warga Kulonprogo, Kamis (26/7 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO–Aplikasi khusus untuk mewadahi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kulonprogo yaitu BelabeliKu per Januari 2024 sudah memiliki 1.968 produk yang dijajakan. Dari ribuan produk itu terdapat 315 UMKM yang difasilitasi oleh Pemkab.
Sebelumnya pada Mei, 2024 terdapat 202 UMKM dengan jumlah produk yang ditawarkan di BelabeliKu sebanyak 743 jenis. Kondisi ini menunjukkan peningkatan jumlah produk sekaligus pelaku usaha yang difasilitasi Pemkab Kulonprogo.
Advertisement
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo menjelaskan pihaknya rutin melakukan evaluasi terhadap layanan Belabeliku, terutama untuk kalangan pegawai Pemkab yang jadi konsumen utamanya. “Layanan ini terus kami pelihara dan tingkatkan dengan tujuan sektor UMKM terus berkembang, ini jadi komitmen kami karena bidang ini jadi pendongkrak perekonomian,” jelasnya.
Aplikasi BelabeliKu pada 2025 ini ditarget mampu meningkatkan penjualan, jelas Triyono, terutama pada pembeli kalangan pegawai Pemkab. “Sepanjang 2024 kemarin memang fluktuatif, terjadi peningkatan pada bulan-bulan tertentu tapi juga penurunan pada bulan tertentu juga, ini akan kami cari strategi agar tidak ada penurunan di 2025 ini,” terangnya.
BACA JUGA: Pengecer LPG 3 Kg Boleh Beroperasi Lagi Hari Ini, Berubah Nama Jadi Sub-Pangkalan
Triyono menerangkan upaya meningkatkan kualitas produk UMKM juga terus dilakukan Pemkab Kulonprogo terutama pada 2025 ini dengan mulai beroperasinya pusat layanan usaha terpadu (PLUT). “Upaya peningkatan ini dalam bentuk pelatihan, pendampingan sampai penambahan modal usaha, apalagi sekarang sudah ada PLUT yang fasilitasnya lengkap,” ujarnya.
Penjabat Bupati Kulonprogo, Srie Nurkyatsiwi menjelaskan PLUT memang akan jadi wadah untuk mengakselerasi pelaku UMKM di wilayahnya. “Sudah kami rencanakan dengan matang dan maksimal agar layanannya efektif menguatkan UMKM lokal,” ungkapnya.
Fasilitasi pelaku UMKM dengan PLUT ini, lanjut Siwi, dengan sarana prasarana yang memadai dari pengemasan, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan. “Dengan terpusatnya fasilitasi ini nanti yang diperlukan pelaku UMKM jadi mudah untuk mengaksesnya dengan harapan kualitas produk meningkat dan diterima pasaran dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Indonesia Pulangkan 27.768 WNI dari Konflik dan Kejahatan Global
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Longsor Gedangsari Putus Akses Warga, BPBD Siapkan Alat Berat
- Cuaca Ekstrem Rusak 5 Wilayah DIY, Pohon Tumbang Paling Banyak
- 1.337 Keluarga di Bantul Lulus Mandiri dan Keluar dari Program PKH
- Pelajar Meninggal Ditabrak Bus di Dekat SPBU di Temon Kulonprogo
- Terjerat Kasus Penganiayaan, Valentino Reivan Jadi DPO Polresta Jogja
Advertisement
Advertisement




