Pria Ditemukan Tewas di Tegalrejo, Polisi Pastikan Tanpa Kekerasan
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus kanker serviks di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan DIY. Penyakit ini tidak hanya menyerang perempuan lanjut usia, tetapi juga perempuan di usia produktif.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie, menjelaskan bahwa pemeriksaan deteksi dini kanker serviks sebenarnya sudah tersedia di hampir seluruh puskesmas. Namun, banyak perempuan masih enggan memanfaatkan layanan tersebut, baik karena rasa malu maupun ketidaknyamanan prosedurnya.
“Penemuan lebih dini itu jauh lebih baik dan bisa terobati daripada ditemukan sudah stadium lanjut. Kebanyakan yang ditemukan di rumah sakit, atau puskesmas itu sudah pada stadium di atas 3,” ujar Pembajun kepada Harianjogja.com, Kamis (10/7/2025).
BACA JUGA: Hingga Juli 2025, Enam Orang di Kota Jogja Meninggal Akibat Leptospirosis
Pembajun menyayangkan masih ada stigma di masyarakat yang membuat perempuan segan melakukan pemeriksaan. Padahal, langkah deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh keluarga turut mendukung, termasuk para suami yang diimbau tidak melarang istrinya memeriksa kesehatan reproduksi.
“Kalau ibunya mau periksa, diizinkan saja. Jangan dicegah, bahkan kalau bisa diberikan motivasi,” kata Pembajun.
Upaya pencegahan kanker serviks juga diintegrasikan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diharapkan mampu menjaring lebih banyak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan komprehensif sekaligus mendukung pemetaan kasus kanker secara lebih detail.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setiyo Harini, mengungkapkan terdapat 169 pasien kanker serviks yang mendapat perawatan di berbagai Rumah Sakit DIY pada 2025 hingga bulan Mei.
Berdasarkan data, kebanyakan penderita kanker serviks di tahun 2025 berada di rentang usia 45 hingga 54 tahun dengan jumlah 58 orang. Sementara, usia 20 hingga 44 tahun menjadi yang terbanyak kedua dengan jumlah 44 pasien.
Sementara, sepanjang tahun 2024 terdapat 376 penderita kanker serviks. Rentang usia 45 hingga 54 tahun kembali jadi yang terbanyak dengan jumlah 122 pasien.
Harini menjelaskan saat ini data kanker yang dimiliki Dinkes DIY masih belum lengkap berbasis wilayah. Karena itu, keberhasilan program CKG menjadi kunci pengumpulan data yang lebih akurat sekaligus percepatan rujukan pasien.
Ia mengatakan, program CKG sudah berjalan di DIY, tapi animo masyarakat menurutnya masih sangat kecil. Ia menambahkan bahwa kini CKG tidak lagi dibatasi hanya untuk masyarakat yang sedang berulang tahun. Semua warga bisa mendaftar kapan saja untuk mendapatkan layanan pemeriksaan menyeluruh.
Prosedur pemeriksaan CKG dilakukan secara bertahap. Peserta akan diminta mengisi kuesioner terlebih dahulu untuk menilai faktor risiko. Jika skor kuesioner memenuhi kriteria, maka pemeriksaan lanjutan akan dilakukan.
“CKG diperiksa menyeluruh tetapi semua sesuai tahap. Misal, ada beberapa yang tahapnya diawali dengan pengisian kuesioner, apabila hasil pengisian kuesioner skornya memenuhi maka akan dilanjut tes atau cek penyakit tertentu,” jelasnya.
Harini berharap masyarakat lebih proaktif memanfaatkan layanan CKG maupun pemeriksaan rutin di puskesmas. Deteksi dini tidak hanya membantu pengobatan lebih cepat, tetapi juga menjadi langkah penting mencegah kanker serviks berkembang ke stadium lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.