Event Bersponsor Rokok Kembali Digelar di Kulonprogo Seusai 12 Tahun
Event bersponsor rokok kembali digelar di Kulonprogo setelah 12 tahun. Pesta rakyat di Alun-alun Wates libatkan UMKM, wisata, dan hiburan.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menjelang Idulfitri, aktivitas di rumah produksi Ry Production, Kabupaten Kulonprogo, nyaris tanpa jeda. Deru mesin cetak terus bekerja memenuhi lonjakan permintaan amplop Lebaran yang menjadi berkah tahunan bagi pemiliknya, Rohmanto.
Selama satu dekade terakhir, Rohmanto konsisten menggeluti bisnis amplop Lebaran dengan kunci utama bertahan: adaptif terhadap tren pasar.
"Desain dan model amplop yang mengikuti tren sekarang membuat permintaan di kami selalu meningkat," ujar Rohmanto, Rabu (25/2/2026).
Amplop 3D hingga Model Uang Gepokan
Tahun ini, sejumlah model inovatif menjadi favorit konsumen. Mulai dari amplop 3D, model permen, hingga desain yang tengah viral seperti model uang gepokan. Tren tersebut berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang lebih didominasi amplop kecil sederhana.
Kreativitas desain inilah yang membuat Ry Production tetap eksis dan bahkan terus berkembang di tengah persaingan produk serupa.
Serap 22 Tenaga Kerja
Tak hanya soal bisnis, usaha ini juga memberi dampak sosial bagi warga sekitar. Saat ini, Ry Production mempekerjakan 22 karyawan muda yang menangani proses desain hingga distribusi.
Meski begitu, lonjakan pesanan membuat kapasitas produksi kewalahan.
"Sekarang kami hanya melayani penjualan stok amplop yang masih ada. Sudah tidak membuka pre order karena keterbatasan tenaga pengeliman," ungkapnya.
Proses pengeliman amplop membutuhkan ketelitian tinggi, sehingga Rohmanto turut melibatkan ibu-ibu sekitar dalam tahap produksi tersebut.
Jangkauan hingga Luar Pulau
Dengan harga kompetitif serta margin keuntungan menarik bagi para reseller, ekosistem bisnis amplop Lebaran ini tetap terjaga. Distribusi produknya pun sudah menjangkau berbagai daerah.
"Jangkauan pengiriman sudah sampai Jawa Barat dan Jawa Timur serta Kalimantan hingga Sumatera," jelas Rohmanto.
Salah satu pelanggan, Sintia, warga Wates, memilih membeli amplop lebih awal karena desainnya yang unik dan harga yang terjangkau. Ia juga khawatir kehabisan stok mengingat tingginya permintaan.
Di tangan Rohmanto, amplop Lebaran bukan sekadar pembungkus uang THR, melainkan penggerak ekonomi lokal yang menghadirkan kesejahteraan bagi banyak keluarga di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event bersponsor rokok kembali digelar di Kulonprogo setelah 12 tahun. Pesta rakyat di Alun-alun Wates libatkan UMKM, wisata, dan hiburan.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.
Kasus pesta di kelab malam Karawang, 3 tersangka ditetapkan. Pemprov Jabar siapkan pembinaan bagi pelajar yang terlibat.
Kemenhaj bongkar kasus penipuan haji 2026 di Makkah, dari badal haji fiktif hingga penggelapan dana miliaran rupiah.