Jembatan Garuda Dibangun di 9 Titik di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Akses utama menuju pantai selatan melalui Ngawen–Karangmojo rusak parah. Warga Kalurahan Watusigar mendesak Pemkab Gunungkidul segera melakukan perbaikan karena rawan kecelakaan.
Kerusakan paling parah berada di jalur Kalilunyu hingga Jembatan Watusigar. Carik Watusigar, Karsimin, mengungkapkan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan segera.
“Jalannya memang rusak mulai dari persimpangan Kalilunyu hingga Jatiayu, Karangmojo. Tapi, yang parah kerusakan dari Kalilunyu sampai Jembatan Watusigar,” kata Carik Watusigar, Karsimin, Rabu (25/2/2026).
Menurut dia, kerusakan dapat dilihat dari banyaknya lubang di sepanjang ruas jalan. Selain itu, permukaan jalan relatif bergelombang dan sempit sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Karsimin menambahkan, kondisi semakin berbahaya karena minimnya penerangan jalan umum pada malam hari. Situasi tersebut membuat pengendara harus ekstra waspada saat melintas.
“Sudah sering terjadi kecelakaan khsususnya pengendara roda dua. Bahkan, korbannya sampai ada yang meninggal dunia,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Gunungkidul segera melakukan perbaikan karena status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Di sisi lain, jalur itu juga menjadi akses utama wisatawan menuju kawasan pantai di pesisir selatan Gunungkidul.
“Di akhir pekan atau saat musim liburan banyak bus-bus pariwisata yang melintas dan masuk dari arah Klaten menuju pantai. Harapannya jalan rusak ini bisa segera diperbaiki untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.
Selain perbaikan fisik jalan, Karsimin juga meminta penambahan dan perbaikan lampu penerangan jalan umum. Ia menyebut sebagian lampu yang sudah terpasang kerap tidak berfungsi.
“Memang ada lampu penerangan yang terpasang, tapi seringkali mati lampunya,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, membenarkan kondisi jalan wisata Ngawen Gunungkidul tersebut mengalami kerusakan. Namun, hingga kini belum ada rencana perbaikan total karena keterbatasan anggaran daerah.
Meski demikian, DPUPRKP tetap akan melakukan penanganan sementara melalui penambalan pada titik-titik berlubang.
“Kami lakukan pemeliharaan dengan cara ditambal. Sebab, untuk perbaikan penuh belum bisa karena anggaran dimiliki masih sangat terbatas,” katanya.
Wadiyana menargetkan penambalan dapat dilakukan sebelum pelaksanaan Perayaan Hari Idulfitri mendatang guna mendukung kelancaran arus lalu lintas, terutama pada masa libur Lebaran.
“Masuk dalam prioritas untuk pemeliharaan, guna mendukung kelancaran lalu lintas. Selain itu, juga sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan di jalanan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Malam SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM serta layanan PKB tahunan.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di SCH, MPP, dan SIMMADE beserta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Amazon untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun setelah sahamnya melonjak berkat kinerja AWS dan optimisme bisnis AI.