Jembatan Garuda Dibangun di 9 Titik di Gunungkidul, Ini Lokasinya

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 30 Juli 2026 19:17 WIB
Jembatan Garuda Dibangun di 9 Titik di Gunungkidul, Ini Lokasinya

Proses pembangunan Jembatan Garuda yang membentang di aliran Kali Oya di Kalurahan Rejosari, Semin, Kamis (30/7). Harian Jogja/David Kurniawan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Gunungkidul terus berkembang. Setelah tahap pertama menyelesaikan pembangunan di tiga lokasi, kini proyek tersebut diperluas ke enam titik tambahan sehingga total terdapat sembilan jembatan yang dibangun pada 2026. Infrastruktur ini diproyeksikan memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk akses pendidikan, ekonomi, dan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda yang merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto dimulai sejak akhir Maret 2026.

Menurut Alfian, tiga jembatan pada tahap pertama telah rampung dibangun. Lokasinya berada di dua titik di Kapanewon Nglipar dan satu titik di Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari.

"Untuk yang tiga sudah jadi dan tinggal menunggu audit tim dari pusat dan menunggu peresmian secara nasional," kata Alfian, Kamis (30/7/2026).

Tahap Kedua Bangun Enam Jembatan Baru

Pembangunan kemudian berlanjut ke tahap kedua dengan penambahan enam lokasi baru. Sebanyak tiga jembatan dibangun di Kapanewon Semin, dua di Kapanewon Nglipar, dan satu di Kapanewon Ponjong.

Alfian menjelaskan, dari enam proyek tersebut terdapat empat jembatan perintis berupa jembatan gantung, yakni tiga unit di Semin dan satu unit di Nglipar. Sementara dua lainnya merupakan jembatan beton yang dibangun di Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, dan Kapanewon Ponjong.

"Selain itu juga ada pembangunan jembatan beton yang dibangun di Kedungpoh, Kapanewon Nglipar dan satunya berada di Kapanewon Ponjong. Jadi, total sudah ada sembilan Jembatan Garuda dibangun di Gunungkidul," katanya.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memperlancar akses masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas.

"Masih proses karena sesuai target ada 11 Jembatan Garuda yang akan dibangun di Gunungkidup pada tahun ini," katanya.

Jembatan di Rejosari Masih Tahap Fondasi

Lurah Rejosari, Sunarto, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda di wilayahnya telah dimulai sejak akhir Juni 2026.

Tahapan awal diawali dengan pembersihan area proyek, kemudian dilanjutkan pembangunan fondasi sebagai penyangga badan jembatan.

"Masih proses dan mudah-mudahan bisa cepat selesai," kata Sunarto.

Ia menjelaskan pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan TNI sebagai pelaksana Program Jembatan Garuda. Jembatan tersebut dibangun melintasi aliran Kali Oya dengan lebar sekitar 1,5 meter.

"Lebar jembatan sekitar 1,5 meter. Ini sudah bagus karena bisa untuk berpapasan kendaraan roda dua," katanya.

Permudah Mobilitas Warga dan Akses Sekolah

Menurut Sunarto, keberadaan jembatan baru akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena memperpendek waktu tempuh antarwilayah.

Jembatan tersebut akan menghubungkan warga Padukuhan Pencil, Kalurahan Karangsari, dengan Kalurahan Rejosari di Kapanewon Semin sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien.

"Bisa membantu akses, khususnya untuk bersekolah anak-anak bisa lebih cepat. Sebelum dibangun jembatan ini, maka warga dari Padukuhan Pencil harus memutar untuk sampai wilayah Rejosari," katanya.

Dengan penambahan enam titik pembangunan pada tahap kedua, Program Jembatan Garuda di Gunungkidul kini telah menjangkau sembilan lokasi. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 11 jembatan hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat aksesibilitas masyarakat di berbagai wilayah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online