Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Foto ilustrasi lurah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul telah terbentuk. Sebanyak 230 TPS di 31 kalurahan akan menjadi lokasi pemungutan suara pada Sabtu (26/9/2026).
Pembentukan KPPS menjadi salah satu tahapan penting menjelang pelaksanaan Pilur. Petugas tersebut nantinya bertanggung jawab menjalankan proses pemungutan hingga penghitungan suara di masing-masing TPS.
Ketua Pemilihan Lurah Dengok, Playen, Suronto mengatakan tahapan Pilur di wilayahnya berjalan dengan baik. Penetapan calon lurah serta Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan menggunakan hak pilih juga telah dilakukan.
Selain itu, KPPS di setiap TPS telah dibentuk untuk bertugas pada hari pencoblosan. Di Kalurahan Dengok, pemungutan suara rencananya digelar di enam TPS.
“Sudah dibentuk masing-masing TPS ada lima anggota KPPS yang dibantu dua linmas sehingga total ada tujuh orang. Rencananya pemilihan di Dengok dilaksanakan di enam TPS,” kata Suronto, Minggu (13/9/2026).
Tugas KPPS Pilur Gunungkidul
Suronto menjelaskan anggota KPPS telah mendapatkan pembekalan mengenai tugas yang akan dijalankan selama pelaksanaan Pilur. Tugas utama mereka adalah menyelenggarakan seluruh proses pemilihan di TPS, mulai dari pencoblosan hingga penghitungan suara.
KPPS juga memiliki tugas terkait pemilih dan hasil pemungutan suara. Petugas akan menyerahkan undangan kepada calon pemilih serta menyampaikan hasil pemungutan suara di tingkat kalurahan.
“Nantinya juga menyerahkan undangan ke calon pemilih. Selain itu, juga menyerahkan hasil pemungutan suara di tingkat kalurahan,” ungkapnya.
DPMKP2KB Data KPPS di 31 Kalurahan
Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Kriswantoro mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan pembentukan KPPS di seluruh kalurahan yang menggelar Pilur serentak.
Sesuai tahapan, pembentukan petugas KPPS di TPS telah dilakukan pada 8 September 2026.
“Kami sedang mendata pembentukan KPPS di tiap-tiap kalurahan,” kata Kriswantoro.
Kriswantoro mengatakan Pilur serentak akan digelar Sabtu (26/9/2026). Jumlah pemilih yang tercatat mencapai 120.887 orang yang akan menggunakan hak pilih di 230 TPS pada 31 kalurahan penyelenggara.
“Untuk tiap TPS, maksimal ada 1.200 orang. Tapi, untuk pelaksanaan di tiap kalurahan tidak sama karena disesuaikan dengan pemilih yang ada,” katanya.
91 Calon Lurah Ikuti Pilur
Pilur serentak Gunungkidul tahun ini diikuti 91 calon lurah. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan jumlah pendaftar yang mencapai 99 orang.
Kriswantoro menjelaskan terdapat proses seleksi tambahan sebelum penetapan calon lurah karena sejumlah kalurahan memiliki pendaftar lebih dari lima orang. Seleksi tambahan dilakukan untuk bakal calon dari Kalurahan Sampang yang memiliki sembilan pendaftar dan Kalurahan Monggol dengan tujuh pendaftar.
Dari proses tersebut, masing-masing kalurahan memilih lima bakal calon terbaik untuk ditetapkan sebagai peserta Pilur.
“Pilur paling banyak diikuti lima calon, yakni di Kaluraha Monggol, Sampang, Mertelu, Kampung. Adapun 27 kalurahan lain, calonnya antara dua hingga empat orang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
MPI DIY mengajak mahasiswa mengawal kebijakan pemerintah melalui kritik konstruktif, dialog, dan komitmen menjaga demokrasi serta persatuan.
Puluhan anak muda berkumpul di UGM dalam Rembug Pangan Orang Muda untuk mendorong inovasi pangan lokal dan kedaulatan pangan nasional.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja 31 Oktober 2026 melayani lima tujuan. Cek jam keberangkatan, interval bus, dan tarif Rp80.000.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 31 Oktober menunjukkan hujan ringan di Kulonprogo dan Sleman. Simak suhu serta kelembapan lima wilayah.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 31 Oktober 2026 tersedia 6 kali sehari. Cek jadwal pulang-pergi dan tarif Rp12.000.