Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA–Kuota siswa yang diterima pada sekolah dasar (SD) negeri dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Jogja tahun ini belum terpenuhi seluruhnya. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja paparkan penyebabnya.
Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori menyampaikan kuota siswa yang diterima di SD negeri tahun ini hanya mencapai 80%, atau ada 20% kuota yang tersisa. Jumlah kuota yang tersisa tersebut terbagi merata dalam kuota jalur domisili, mutasi orang tua, dan afirmasi disabilitas.
“Kuota SD negeri terpenuhi 80 persen, [alasan tidak terpenuhi semua] karena ada pilihan [bersekolah] ke swasta,” katanya, Jumat (11/7/2025).
Menurut Budi hal serupa juga terjadi pada SPMB tahun lalu. Menurutnya, kuota SPMB jenjang SD negeri di Kota Jogja hanya terpenuhi sekitar 80%. Budi menilai kuota SD negeri tersebut tidak terpenuhi lantaran sebagian pelajar memilih bersekolah pada SD swasta.
Menurutnya, jumlah sekolah SD negeri dan swasta di Kota Jogja jumlahnya tidak berbeda jauh dengan SD negeri. Hal itu membuat calon siswa memiliki beragam pilihan untuk bersekolah di Jogja. Berdasarkan data Kemendikbud, saat ini SD negeri di Kota Jogja mencapai 87 sekolah sementara SD swasta mencapai 75 sekolah.
Untuk meningkatkan keterisian SD negeri, pihaknya telah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar tersebut. Saat ini, SD negeri di Kota Jogja telah memiliki pembelajaran bahasa Inggris, pendidikan karakter dan agama. Hal tersebut menurutnya memberikan bekal tambahan bagi siswa.
“Kita berupaya memberikan akses pendidikan dasar yang bermutu bagi semua siswa,” katanya.
Berbeda dengan SD negeri, menurut Budi kouta untuk SMP negeri di Kota Jogja seluruhnya terpenuhi. Beberapa pelajar dari luar Kota Jogja pun ikut memperebutkan bangku untuk bersekolah di SMP negeri di Kota Jogja melalui berbagai jalur yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.