500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA–Kuota siswa yang diterima pada sekolah dasar (SD) negeri dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Jogja tahun ini belum terpenuhi seluruhnya. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja paparkan penyebabnya.
Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori menyampaikan kuota siswa yang diterima di SD negeri tahun ini hanya mencapai 80%, atau ada 20% kuota yang tersisa. Jumlah kuota yang tersisa tersebut terbagi merata dalam kuota jalur domisili, mutasi orang tua, dan afirmasi disabilitas.
“Kuota SD negeri terpenuhi 80 persen, [alasan tidak terpenuhi semua] karena ada pilihan [bersekolah] ke swasta,” katanya, Jumat (11/7/2025).
Menurut Budi hal serupa juga terjadi pada SPMB tahun lalu. Menurutnya, kuota SPMB jenjang SD negeri di Kota Jogja hanya terpenuhi sekitar 80%. Budi menilai kuota SD negeri tersebut tidak terpenuhi lantaran sebagian pelajar memilih bersekolah pada SD swasta.
Menurutnya, jumlah sekolah SD negeri dan swasta di Kota Jogja jumlahnya tidak berbeda jauh dengan SD negeri. Hal itu membuat calon siswa memiliki beragam pilihan untuk bersekolah di Jogja. Berdasarkan data Kemendikbud, saat ini SD negeri di Kota Jogja mencapai 87 sekolah sementara SD swasta mencapai 75 sekolah.
Untuk meningkatkan keterisian SD negeri, pihaknya telah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar tersebut. Saat ini, SD negeri di Kota Jogja telah memiliki pembelajaran bahasa Inggris, pendidikan karakter dan agama. Hal tersebut menurutnya memberikan bekal tambahan bagi siswa.
“Kita berupaya memberikan akses pendidikan dasar yang bermutu bagi semua siswa,” katanya.
Berbeda dengan SD negeri, menurut Budi kouta untuk SMP negeri di Kota Jogja seluruhnya terpenuhi. Beberapa pelajar dari luar Kota Jogja pun ikut memperebutkan bangku untuk bersekolah di SMP negeri di Kota Jogja melalui berbagai jalur yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Kemensos mendorong transformasi Puskesos Sleman menjadi pusat layanan dan pemberdayaan sosial. Sumberejo dipilih sebagai lokasi percontohan.
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.