Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Sebuah bus pariwisata melintas di lokasi JJLS yang ambles tepatnya di barat traffic light Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Kamis (10/7/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ruas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari Gunungkidul ada yang ambles. Meski demikian, kerusakan tersebut tidak sampai menutup akses pengguna jalan dikarenakan masih bisa dilalui.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna mengatakan, adanya jalan ambles di JJLS, tepatnya di barat Traffic Light Baron yang terjadi beberapa waktu lalu. Hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan terhadap kerusakan tersebut.
BACA JUGA: Dulu Dijual Rp40.000 per Ekor, Kini Harga Benur di Gunungkidul Hanya Rp2.000 per Ekor
Meski demikian, ia memastikan kerusakan tersebut tidak sampai memutus jalan. Pasalnya, di sekitar lokasi masih dapat dilalui, walapun hanya separuh badan jalan yang bisa dipergunakan.
“Makanya harus berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi jalan yang amblas,” kata Agus, Jumat (11/7/2025).
Menurut dia, kerusakan ini sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul. Upaya pengecekan lokasi juga sudah dilakukan guna kepentingan perbaikan tersebut.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, di sekitar lokasi jalan ambles telah dipasang papan peringatan gar lebih berhati-hati. Selain itu, juga ada pemasangan water barrier guna memastikan pengendara tidak melintas di lokasi yang amblas.
Hasil pantauan dilakukan, lokasi amblas berada di sekitar tikungan jalan. Adapun diameter jalan yang ambles hampir mencapai dua meter dengan kedalaman beberapa centimeter.
“Harapannya bisa segera diperbaiki agar kondisinya kembali normal dan tidak membahayakan pengguna jalan karena akses masuk dalam jalur wisata,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKRP Gunungkidul, Wadiyana membenarkan adanya kerusakan jalan di JJLS di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Adapun kerusakan sudah terjadi sekitar satu bulan yang lalu.
Meski demikian, pihaknya tidak memiliki kewenangan memperbaiki karena status jalan merupakan jalan nasional. “Kewenangan ada di Pelaksana Jalan Nasional [PJN] dan kami sudah melaporkan kerusakan tersebut,” katanya.
Meski demikian, untuk perbaikan masih menunggu hasil kajian terkait dengan penyebab jalan amblas. Hingga sekarang belum diketahui penyebab amblesnya jalan, apakah karena pengurukan yang kurang padat atau pun dikarenakan kontur tanah di sekitar lokasi.
“Baru dikaji dan nanti hasilnya menjadi acuan untuk proses perbaikan. Untuk sementara sudah dipasang papan peringatan agar berhati-hati saat melintas di lokasi jalan yang ambles,” kata Wadiyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Polrestabes Medan menyita 24 kilogram sabu tujuan Jakarta yang disembunyikan di dinding mobil setelah pengejaran di Jalan Tol Trans Sumatera.
Satu anggota OPM tewas dalam kontak tembak dengan TNI di Pegunungan Bintang saat operasi penangkapan terkait kasus pembunuhan warga sipil.
Tarif impor AS sebesar 10% untuk produk Indonesia mulai berlaku, sementara hasil investigasi excess capacity masih ditunggu pemerintah.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Alfamidi menyalurkan lebih dari 160.000 butir telur untuk 875 anak di 26 kabupaten/kota sebagai dukungan pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.