Prabowo Targetkan Pinjaman Produktif Rp400 Triliun pada 2027
Prabowo menargetkan pinjaman produktif Rp400 triliun pada 2027 untuk 28 juta keluarga, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Ilustrasi suhu dingin - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Suhu udara dingin di DIY belakangan ini disebabkan menguatnya angin Monsun Timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dang dingin.
"Kondisi suhu udara yang lebih dingin ini karena adanya pergerakan massa udara dari Australia yang membawa massa udara dingin dan kering melewati wilayah Indonesia atau disebut dengan Monsun Dingin Australia," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Jogja Warjono, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resmi di Jogja, Jumat (11/7/2025).
Warjono menjelaskan suhu minimum terendah yang tercatat di wilayah DIY dalam periode 30 hari terakhir terjadi pada 9 dan 10 Juli 2025 di wilayah Pakem, Kabupaten Sleman yang menyentuh 18 derajat Celsius.
Menurut dia, fenomena ini dalam istilah lokal dikenal sebagai bediding dan lazim terjadi selama puncak musim kemarau.
Suhu dingin yang terasa di kota gudeg, kata dia, juga turut dipengaruhi rendahnya kelembaban udara, karena kandungan uap air di dalam tanah dan udara yang menipis.
"Tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima di siang hari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terlepas dan hilang ke angkasa," ujar Warjono.
Ia menambahkan fenomena bediding ini diperkirakan akan berlangsung selama periode puncak musim kemarau pada rentang Juli hingga Agustus 2025.
"Kami mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, cukup minum air, menjaga pola tidur, serta mengenakan pakaian hangat saat malam hingga pagi hari," katanya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Jogja Yudhit Adiyatma menambahkan bahwa angin Monsun Timuran secara umum bertiup dari Benua Australia ke Benua Asia pada periode April hingga Oktober setiap tahun.
Angin tersebut bersifat kering karena berasal dari wilayah bertekanan tinggi dan tidak banyak mengandung uap air.
"Bayangkan rambut kita yang kering setelah berenang di laut, begitulah udara yang dibawa oleh angin Monsun Timur. Angin Monsun Timuran ini adalah indikator musim kemarau bagi wilayah Indonesia," tutur Yudhit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menargetkan pinjaman produktif Rp400 triliun pada 2027 untuk 28 juta keluarga, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 23 Oktober 2026, lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Simak juga panduan naik KRL untuk pemula.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 23 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Jadwal KA Bandara YIA 23 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Yusaku Yamadera ingin mendapat menit bermain reguler di PSIM Jogja. Ia juga menilai tim perlu mencari solusi menghadapi persaingan Super League.