Atasi Sampah Sungai, Kota Jogja Siapkan Patroli Perahu dan CCTV
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Puluhan seniman dan budayawan di Jogja yang tergabung dalam Koperasi Seniman dan Budayawan (Koseta) Adiluhung menggelar doa bersama untuk Affan Kurniawan dalam salah satu sesi Pasar Merdeka di Taman Budaya Embung Giwangan pada Sabtu (30/8/2025). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Puluhan seniman dan budayawan di Jogja yang tergabung dalam Koperasi Seniman dan Budayawan (Koseta) Adiluhung menggelar doa bersama untuk Affan Kurniawan pada setiap sesi kegiatan Pasar Merdeka.
Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Diketahui sebelumnya, Affan Kurniawan yang merupakan pengemudi ojek online meninggal dunia saat demonstrasi beberapa hari lalu. Kejadian tersebut memicu aksi demonstrasi yang meluas di Indonesia.
BACA JUGA: Hadapi Aksi Demo, Pemkot Solo Tetapkan Status Tanggap Darurat 7 Hari ke Depan
Ketua Koseta Adiluhung, Sigit Sugito menyampaikan keprihatinannya terhadap kejadian tersebut. Pihaknya pun akan menggelar doa bersama untuk Affan pada setiap sesi kegiatan Pasar Merdeka.
“Setiap ada kegiatan apapun kita mendoakan [Affan Kurniawan], jadi setiap sesi diskusi atau pertunjukan juga [doa bersama],” katanya di Taman Budaya Embung Giwangan pada Sabtu (30/8/2025).
Dia menuturkan, doa bersama ini akan menjadi bagian dalam setiap rangkaian kegiatan Pasar Merdeka yang berlangsung 28–31 Agustus 2025. Acara tersebut melibatkan sekitar 400 seniman dari berbagai bidang, mulai dari pameran, workshop, hingga pertunjukan seni.
“Ini bukan hanya bentuk empati, tapi juga semangat kebersamaan agar kerja-kerja seni tetap berjalan tanpa menghilangkan kepedulian pada persoalan kemanusiaan,” katanya.
Menurut Sigit, langkah ini sekaligus menjadi refleksi bersama. Menurutnya seniman dan budayawan tidak bisa lepas dari realitas sosial. Menurutnya yang terjadi di jalanan, termasuk jatuhnya korban dalam demonstrasi, merupakan persoalan bangsa yang harus direspons dengan empati dan solidaritas.
“Jogja dikenal sebagai kota budaya yang santun, tapi peristiwa belakangan ini menunjukkan masyarakat sedang berada pada titik kulminasi kemarahan. Karena itu, doa bersama menjadi cara kami merawat kebersamaan sekaligus menyerukan evaluasi bagi para pemangku kebijakan,” katanya.
Perwakilan Jaringan Aksi Lintas Iman, Maria Theresia Ninis menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, demonstran maupun aparat merupakan masyarakat yang seringkali menjadi korban dalam aksi unjuk rasa. Dia pun berharap agar aksi serupa dapat berlangsung dengan damai di masa mendatang.
“Harapannya perdamaian segera terwujud. Elit-elit bangsa ini seharusnya lebih memikirkan rakyat yang saat ini menghadapi kesulitan hidup, bukan justru mempertontonkan kemewahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Jumat 24 Juli 2026, berangkat mulai pukul 05.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif tetap Rp8.000.
Tes genomik membantu mendeteksi risiko penyakit lebih dini sekaligus memberikan rekomendasi nutrisi dan gaya hidup berdasarkan analisis DNA.
Trump menegaskan kesepakatan nuklir sipil AS-Arab Saudi hanya disetujui jika Riyadh bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.