Tiket Piala Dunia 2026 Bisa Tembus Rp52 Juta, FIFA Dikritik
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Sekda Bantul Agus Budi Raharja
Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul menyatakan saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menerapkan Work For Anywhere (WFA). Sejumlah persiapan pun tengah dilakukan agar WFA nantinya efektif dan optimal saat diterapkan.
"Kita sedang menuju ke sana [WFA]. Ada atau tidak perintah dari pusat, kami menuju kesana," kata Sekda Bantul Agus Budiraharja, Kamis (13/2/2025).
Saat ini kata Agus, pihaknya mulai mempersiapkan diri untuk penerapan WFA. Salah satunya adalah dengan perbaikan presensi ASN di lingkungan Pemkab Bantul. "Termasuk pemantauannya. Kita sudah menuju kesana," tandas Agus.
Agus juga menyatakan keinginan menerapkan WFA ini bukan karena sebagai dampak kepanikan karena adanya efisiensi anggaran yang diperintahkan oleh Pemerintah Pusat, ataupun karena Inpres No.1/2025. Pemkab Bantul sudah lama merencanakan akan menerapkan WFA bagi ASN dan pegawai di lingkungannya.
"Sekali lagi ini bukan karena urusan efisiensi. Tapi ini memang lebih ke efektivitas kerja yang kita dasarkan. Memang efektivitas kerja nanti akan berdampak ke efisiensi, karena kan dengan WFA bisa efektif dari segi waktu, anggaran dan sebagainya," jelas Agus.
Agus mengungkapkan, Pemkab Bantul telah melakukan kajian terkait rencana penerapan WFA. Salah satunya adalah dengan berkunjung dan belajar dari Pemprov Jawa Barat yang telah mendeklarasikan diri melakukan WFA.
"Kita juga adopsi aplikasinya sana, dan memang menuju kesana. Kalau kapan pelaksanaannya, ya, nanti kalau sudah siap semua," papar Agus.
BACA JUGA: Dampak Efesiensi Anggaran, Pemda DIY Kaji Penerapan Work From Anywhere Bagi ASN
Agus menyatakan saat ini pihaknya terus mempersiapkan sejumlah instrumen yang mendukung pelaksanaan WFA. Selain itu, Agus juga melihat adanya perintah efisiensi sebagai satu hal yang bisa digunakan oleh pemerintah pusat untuk menerapkan WFA di daerah.
"Karena kan dorongan regulasinya kan bisa lebih cepat. Kalau kita memang sudah mendeklarasikan diri akan menuju kesana [WFA]. Kami juga belajar dari kondisi Pandemi Covid-19 kemarin," ungkap Agus.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul, Isa Budi Hartomo mengatakan, pihaknya masih menunggu kejelasan terkait pelaksanaan WFA di lingkungan Pemkab Bantul. Isa juga melihat, sampai saat ini belum ada perintah dari pemerintah pusat terkait dengan pelaksanaan WFA akibat adanya efisisensi anggaran.
"Yang jelas kok sepertinya dampaknya tidak terlalu mengguncang [sampai penerapan WFA]. Tapi kami masih menunggu perkembangannya nanti," ucap Isa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Kejagung dalami dugaan jual beli LHP Ombudsman RI yang menyeret Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto dalam kasus suap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.