Banpol Gunungkidul 2026 Cair Rp1,1 Miliar, PDIP Terbesar
Banpol Gunungkidul 2026 cair Rp1,1 miliar untuk 8 partai. PDIP jadi penerima terbesar berdasarkan suara Pemilu 2024.
Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah warga di Gunungkidul mengeluh karena kesulitan mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram. Kelangkaan terjadi sudah sejak dua minggu lalu sehingga harganya naik menembus Rp23.000 per tabung.
Salah seorang warga Sumbergiri, Ponjong, Amalia Damayanti mengatakan, warga kesulitan untuk mendapatkan gas melon kemasan tiga kilogram. Kondisi ini sudah terjadi sejak awal Februari dan berlangsung hingga sekarang.
“Awalnya mudah dan sejak dua minggu lalu, barangnya [gas melon] langka dan sulit didapatkan,” kata Amalia, Jumat (14/2/2025).
Kelangkaan gas bersubsidi terlihat dari kosongnya stok di warung-warung yang biasa menjual. Kamis (13/2/2025) malam, sempat mencari tabung gas ini, tapi di enam warung di Kapanewon Ponjong yang didatangi kehabisan stok.
BACA JUGA: KUR BRI, Ini Syarat dan Daftar Plafon Cicilan dari Pinjaman Rp1 Juta hingga Rp500 Juta
“Akhirnya dapat, setelah muter-muter. Tapi harganya mahal karena dijual Rp23.000 per tabung,” ungkapnya.
Menurut dia, di waktu normal harga gas melon tidak sampai Rp23.000. Pasalnya, berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.
“Memang kalau beli di warung lebih mahal di kisaran Rp20.000-21.000 per tabung. Tapi, kalau langka bisa sampai Rp23.000 per tabung,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh warga Kalurahan Kepek, Wonosari, Suminah. Menurut dia, keberadaan gas melon sudah langka sejak seminggu terakhir.
“Sulit mendapatkan gas kemasan tiga kilogram. Wira-wiri ke warung, tapi stoknya tidak ada,” katanya.
Menurut dia, pada saat ada stok, harganya tidak hanya mahal. Namun, pembelian harus juga membawa bukti KTP-el. “Dikarenakan langka, harganya ikut naik. Saat ini dijual di kisaran Rp23.000 per tabung,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro saat dikonfirmasi membenarkan adanya kelangkaan stok gas melon di Masyarakat. Upaya konfirmasi ke Pertamina telah dilakukan dan kelangkaan terjadi karena keterlambatan dalam proses pengiriman.
“Beberapa pekan ini terkendala pengiriman sehingga berdampak terhadap stok gas melon di Gunungkidul,” katanya.
Menurut Kelik, berdasarkan klarifikasi ke Pertamina, pasokan tersendat karena terkendala cuaca. Kapal-kapal pengangkut di Pelabuhan Semarang atau Cilacap sulit bersandar sehingga proses pendistribusian ikut terdampak.
“Kalau mau lebih detail bisa menghubungi pertamina langsung. Yang jelas, kami sudah coba konfirmasi dan ada kendala pengiriman sehingga berdampak terhadap stok di pasaran Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Banpol Gunungkidul 2026 cair Rp1,1 miliar untuk 8 partai. PDIP jadi penerima terbesar berdasarkan suara Pemilu 2024.
Praperadilan Roy Suryo menyoroti dugaan pelanggaran privasi saat penggeledahan dan penangkapan oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Harga minyak dunia kembali naik setelah ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Proyeksi rupiah hari ini diperkirakan melemah di tengah penantian data ekonomi AS dan rilis neraca perdagangan serta inflasi Indonesia.