Ratusan SD di Gunungkidul Kekurangan Murid, Pendaftaran Diperpanjang
Ratusan SD di Gunungkidul kekurangan murid. Disdik beri dispensasi pendaftaran hingga jelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasokan gas elpiji kemasan tiga kilogram atau gas melon di Gunungkidul mulai berangsur lancar. Harga jual pun ikut turun dari awalnya Rp23.000 menjadi di kisaran Rp20.000 per tabung.
Salah seorang warga di Kalurahan Sumbergiri, Ponjong, Amalia Damayanti mengaku sempat ada kelangkaan gas melon yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Harganya pun melonjak hingga menembus Rp23.000 per tabungnya. “Kelangkaan terjadi sejak awal Februari,” kata Amalia, Minggu (16/2/2025).
Meski demikian, dia mengakui sejak Sabtu (15/2/2025) pasokan yang masuk mulai lancar. Keberaan gas melon juga menjadi lebih mudah sehinggaa harganya pun berangsur turun. “Kemarin ada kiriman stok dan saya beli dengan harga Rp20.000 per tabungnya,” kata dia.
Hal berbeda disuarakan oleh Darsi, salah seorang warga di Kalurahan Karangasem, Paliyan. Menurut dia, gas melon masih sulit didapatkan hingga Minggu siang. “Masih sulit mas,” kata Darsi.
Menurut dia, adanya kelangkaan ini, maka harga jual ikut naik. Darsi mengakui memeroleh gas melon dengan harga Rp22.000 per tabungnya. “Harapannya mudah didapatkan sehingga harga bisa kembali normal,” katanya.
BACA JUGA: Harga Gas Melon di Bantul Tembus Rp25.000, Pemkab Klaim Tidak Ada Kelangkaan
Salah seorang pemilik pangkalan gas bersubsidi kemasan tiga kilogram di Padukuhan Tompak, Ngawu, Playen, Suharjono mengatakan, sempat ada kendala pengiriman karena kapal distribusi kesulitan bersandar di Pelabuhan Semarang.
Namun, untuk sekarang kondisi sudah normal dikarenakan setiap Senin rutin mendapatkan pasokan sebanyak 120 tabung gas melon. “Sehari langsung habis. Ini yang mungkin membuat barangnya sulit di pasaran,” katanya.
Menurut dia, untuk pembelian mengikuti mekanisme dari Pertamina. Yakni, calon pembeli diwajibkan membawa kartu identitas saat pembelian. “Tapi saya juga mengutamakan pelanggan tetap karena merekalah yang rutin membeli. Sedangkan untuk pembeli baru melihat stok,” katanya.
Suharjono menjelaskan, kebijakan mengutamakan pelanggan tetap dilakukan karena untuk antisipasi saat terjadi stok yang melimpah tetap bisa menjualnya. “Beda kalau pembeli baru, mungkin saat stok melimpah tidak akan membeli di tempat saya. Jadi, warga terdekat atau pelanggan tetap lebih saya prioritaskan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan SD di Gunungkidul kekurangan murid. Disdik beri dispensasi pendaftaran hingga jelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Forum ASEAN-China di Jogja pada Juli 2026 menjadi momentum mendorong penerbangan langsung China-YIA dan memperkuat konektivitas internasional.
Pemancing yang melakukan aktivitas nyobok di Pantai Wediombo, Gunungkidul, diminta mengutamakan keselamatan dengan memakai pelampung dan memperhatikan cuaca.
MAXI Yamaha Day 2026 di Tawangmangu diikuti lebih dari 700 bikers dan ribuan pengunjung, menghadirkan touring, hiburan, serta aksi sosial.
Semangka kaya air dan likopen yang bermanfaat bagi tubuh, tetapi konsumsi berlebihan tetap berisiko bagi kelompok tertentu.
Kecelakaan di Umbulharjo Jogja menyebabkan pemotor terjatuh ke selokan usai menyenggol mobil. Korban mengalami luka memar dan dirawat di RS Wirosaban.