Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasokan gas elpiji kemasan tiga kilogram atau gas melon di Gunungkidul mulai berangsur lancar. Harga jual pun ikut turun dari awalnya Rp23.000 menjadi di kisaran Rp20.000 per tabung.
Salah seorang warga di Kalurahan Sumbergiri, Ponjong, Amalia Damayanti mengaku sempat ada kelangkaan gas melon yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Harganya pun melonjak hingga menembus Rp23.000 per tabungnya. “Kelangkaan terjadi sejak awal Februari,” kata Amalia, Minggu (16/2/2025).
Meski demikian, dia mengakui sejak Sabtu (15/2/2025) pasokan yang masuk mulai lancar. Keberaan gas melon juga menjadi lebih mudah sehinggaa harganya pun berangsur turun. “Kemarin ada kiriman stok dan saya beli dengan harga Rp20.000 per tabungnya,” kata dia.
Hal berbeda disuarakan oleh Darsi, salah seorang warga di Kalurahan Karangasem, Paliyan. Menurut dia, gas melon masih sulit didapatkan hingga Minggu siang. “Masih sulit mas,” kata Darsi.
Menurut dia, adanya kelangkaan ini, maka harga jual ikut naik. Darsi mengakui memeroleh gas melon dengan harga Rp22.000 per tabungnya. “Harapannya mudah didapatkan sehingga harga bisa kembali normal,” katanya.
BACA JUGA: Harga Gas Melon di Bantul Tembus Rp25.000, Pemkab Klaim Tidak Ada Kelangkaan
Salah seorang pemilik pangkalan gas bersubsidi kemasan tiga kilogram di Padukuhan Tompak, Ngawu, Playen, Suharjono mengatakan, sempat ada kendala pengiriman karena kapal distribusi kesulitan bersandar di Pelabuhan Semarang.
Namun, untuk sekarang kondisi sudah normal dikarenakan setiap Senin rutin mendapatkan pasokan sebanyak 120 tabung gas melon. “Sehari langsung habis. Ini yang mungkin membuat barangnya sulit di pasaran,” katanya.
Menurut dia, untuk pembelian mengikuti mekanisme dari Pertamina. Yakni, calon pembeli diwajibkan membawa kartu identitas saat pembelian. “Tapi saya juga mengutamakan pelanggan tetap karena merekalah yang rutin membeli. Sedangkan untuk pembeli baru melihat stok,” katanya.
Suharjono menjelaskan, kebijakan mengutamakan pelanggan tetap dilakukan karena untuk antisipasi saat terjadi stok yang melimpah tetap bisa menjualnya. “Beda kalau pembeli baru, mungkin saat stok melimpah tidak akan membeli di tempat saya. Jadi, warga terdekat atau pelanggan tetap lebih saya prioritaskan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.