Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Pemilik pangkalan di Kalurahan Bulurejo, Semin sedang menunggu pengiriman gas bersubidi dari agen di Jalan Semin-Manyaran, Senin (2/3/2026). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Stok LPG 3 kg di Gunungkidul dipastikan aman dengan alokasi kuota mencapai 5.948.000 tabung sepanjang 2026 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah melalui pengawasan distribusi memastikan gas bersubsidi tersebut tepat sasaran hingga ke warga penerima manfaat.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagin) Gunungkidul, Ris Heryani, menyampaikan hingga awal Maret 2026 kondisi pasokan LPG 3 kg di pasaran masih stabil tanpa kendala berarti.
Pengawasan distribusi dilakukan secara ketat agar tidak terjadi penyimpangan penggunaan gas melon bersubsidi di lapangan.
Berdasarkan data penyaluran, hingga akhir Januari 2026 sebanyak 568.420 tabung LPG 3 kg telah tersalurkan ke berbagai kapanewon di Gunungkidul. Sementara data Februari masih dalam proses rekapitulasi, namun serapan diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan dibanding bulan sebelumnya.
Fokus pengawasan saat ini diarahkan untuk mencegah potensi penyalahgunaan gas bersubsidi oleh sektor usaha besar maupun program sosial pemerintah.
Salah satu perhatian khusus adalah memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menggunakan LPG 3 kg dalam program makan bergizi gratis.
Ris Heryani menegaskan penggunaan gas melon hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu sehingga lembaga layanan publik tidak diperbolehkan memanfaatkan gas subsidi tersebut.
Kebijakan ini juga berkaitan dengan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg yang naik dari Rp15.500 menjadi Rp18.000 per tabung sejak akhir 2024.
Di tingkat pangkalan, distribusi LPG 3 kg Gunungkidul disebut berjalan lancar. Suharjono, pemilik pangkalan di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, mengungkapkan pasokan dari agen rutin dikirim satu hingga dua kali setiap pekan sesuai kuota masing-masing pangkalan.
Ia juga menyebut pola konsumsi masyarakat kini lebih stabil dibanding beberapa tahun lalu karena adanya aturan pembelian menggunakan KTP elektronik (KTP-el).
Kondisi serupa dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kapanewon Ponjong. Amaliya Damayanti, warga Sumbergiri, menyebut LPG 3 kg masih mudah ditemukan di warung sekitar rumah dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Kelancaran distribusi LPG 3 kg Gunungkidul ini diharapkan terus terjaga seiring komitmen pemerintah daerah memantau pangkalan agar mematuhi aturan penggunaan KTP-el dalam setiap transaksi, sehingga pemerataan distribusi gas bersubsidi tetap adil bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.