18 Gerai KDMP Gunungkidul Lolos Verifikasi, 12 Lainnya Ditarget Rampung November
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul memastikan tidak ada masalah berkaitan dengan stok gas elpiji kemasan tiga kilogram. Pasalnya, pada tahun ini mendapatkan jatah dari Pertamina sebanyak 5,9 juta tabung.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan, adanya kenaikan BBM non subsidi tidak berpengaruh terhadap pasokan gas elipiji kemasan tiga kilogram atau gas melon. Pasalnya, distribusi ke masyarakat tetap berjalan dengan lancar seperti biasa.
Dia menjelaskan, pada tahun ini mendapatkan alokasi sebanyak 5.948.000 tabung. Adapun distribusi hingga akhir Mei mencapai 2.729.740 tabung.
“Masih ada sisa kuota sekitar 3.218.260 tabung hingga akhir tahun dan saya rasa masih mencukupi untuk kebutuhan di masyarakat,” katanya.
Menurut dia, keyakinan bahwa kebutuhan gas melon masih mencukupi bukan tanpa alasan. Ris Heryani mengaku bahwa hingga sekarang, rata-rata kebutuhan pengguna gas ini mencapai kisaran 500.000 tabung per bulannya.
“Jadi, masih aman. Hingga saat ini, juga tidak ada informasi berkaitan tambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat,” katanya.
Pihaknya terus berupaya meningkatkan pengawasan agar tepat sasaran. Salah satunya, untuk menghindari penyalahgunaan gas bersubidi ini dalam program makan bergizi gratis.
“Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi [SPPG] tidak diperbolehkan menggunakan gas bersubsidi. Makanya, kami terus berupaya meningkatkan pengawasan agar tidak ada penyalahgunaan gas ini,” kata dia.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tak terpengaruh terkait dengan isu kenaikan BBM, khususnya non subsidi. “Tidak perlu punic buying karena malah bisa menimbulkan gejolak di masyarakat. makanya, membeli harus sesuai dengan kebutuhan saja,” katanya.
Terkait dengan pasokan gas melon, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi. Hingga saat sekarang dipastikan bahwa pasokan maupun stok gas bersubisidi ini, masih aman di pasaran.
“Tidak ada kelangkaan dan pasokan lancar. Tapi, kami tetap mengimbau kepada OPD terkait untuk terus melakukan pengawasan agar tidak ada kelangkaan dan penyaluran dapat tepat sasaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 melalui MPP, SIM Keliling malam di SCH, SIMMADE, dan Satpas beserta syaratnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 3 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.