Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Lebaran 2026, pasokan gas elpiji 3 kilogram (Kg) di DIY akan ditambah hingga puluhan ribu tabung. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan yang kerap muncul setiap tahunnya di momen Lebaran.
Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY, R. Moch Lustio, mengatakan setiap tahun terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji 3 Kg untuk menunjang berbagai aktivitas jelang Lebaran. Peningkatan permintaan ini berpotensi membuat ketersediaan gas melon menjadi terbatas. Karena itu, pihaknya bersama Pemda DIY mengajukan tambahan kuota gas elpiji 3 Kg hingga 22.000 tabung untuk memastikan pasokan mencukupi.
“Pengajuan tambahan kuota gas elpiji 3 Kg ini bersifat fakultatif khusus momen Lebaran. Penyalurannya direncanakan H+1 atau H-1 Lebaran,” jelasnya, Minggu (3/1/2026).
Dia menambahkan, jumlah tambahan gas elpiji 3 Kg tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan kuota reguler yang biasanya diterima DIY. Lustio berharap tambahan kuota ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama momen Lebaran.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Jogja, Dedi Budiono, menyampaikan menjelang Lebaran pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja dan DIY memantau kebutuhan pangan serta komoditas pendukung, termasuk gas elpiji 3 Kg. Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan bahan pangan dan gas elpiji 3 Kg di Kota Jogja masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, harga bahan pangan dan gas elpiji 3 Kg di Kota Jogja tetap stabil meski memasuki minggu kedua Ramadan. “Bahan pokok tidak ada persoalan. Disdag Kota Jogja juga bekerja sama dengan beberapa daerah seperti Kulon Progo, Bantul, dan Magelang untuk memenuhi kebutuhan sayuran,” ujarnya.
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, menambahkan pemantauan bahan pangan dilakukan di pasar rakyat dan pasar modern di Kota Jogja. Dari pantauan tersebut, kebutuhan pangan masyarakat masih tercukupi. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying selama Ramadan.
“Kalaupun ada kenaikan harga, itu wajar seperti setiap tahun, namun masih berada dalam rentang yang kami harapkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.