Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Suasana penyegelan tempat karaoke yang diprotes warga dan izinnya tak lengkap dilakukan Satpol PP Kulonprogo, Sabtu (15/2/2025). Dok Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO–Satpol PP Kulonprogo menyegel tempat karaoke di Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates pada Sabtu (15/2/2025) kemarin. Penyegelan karena tempat hiburan itu diprotes sebagian warga dan perizinannya tidak lengkap.
Dasar penyegelan tempat karaoke itu adalah Perda No.4/2013 tentang Ketertiban Umum. Sebabnya lokasi tersebut rawan menimbulkan gangguan ketertiban jika terus dibiarkan dengan warga yang terus menyuarakan keberatannya.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kulonprogo, Alif Romdhoni menjelaskan pada Minggu (16/2/2025) bahwa tempat karaoke itu sudah ditolak warga di sana sejak 2016 silam. Saat itu juga dilakukan penutupan karena tidak memiliki izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).
Kemudian tempat karaoke itu beroperasi lagi hingga Februari 2025 ini. Alif menyebut tempat karaoke itu kini sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) tapi perizinan lainnya belum dilengkapi.
Setelah penyegelan dilakukan, jelas Alif, Satpol PP Kulonprogo berencana memanggil pemiliknya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Kami juga akan meminta pemiliknya menutup tempat karaokenya secara mandiri,” terangnya.
Alif menyebut jika permintaan untuk menutup mandiri lokasi hiburan itu diabaikan pemiliknya maka akan diambil langkah tegas. “Maka kami akan melakukan penutupan secara paksa demi ketertiban di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Pasalnya warga di sekitar lokasi tersebut, jelas Alif, terus meminta pihaknya menutup lokasi tersebut. “Laporan itu sudah kami terima, daripada menimbulkan gesekan di tengah masyarakat maka akan diambil langkah tegas. Apalagi yang punya karaoke itu warga di situ juga,” paparnya.
Satpol PP Kulonprogo menertibkan tempat karaoke itu bersama Polsek Wates. “Kami juga sudah koordinasi dengan pihak kepolisian yaitu Polsek Wates. “Saat penyegelan juga dihadiri kepolisian dan dikawal juga, sehingga harapan kami masalah ini bisa tertangani dengan langkah-langkah persuasif,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.