Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Lebih dari 50 Orang Terluka
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 2.652 warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mendaftar Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan dari jumlah pendaftar itu baru sekitar 30% yang telah terlayani. "Pelayanan kesehatan gratis ini harus tetap berjalan bersamaan dengan pelayanan lainnya. Kami berharap dukungan dari pusat untuk pengadaan bahan habis pakai agar pelayanan dapat berjalan lancar," ujar dia dikutip Rabu (19/2/2025).
BACA JUGA: Program Cek Kesehatan Gratis Dilayani 21 Puskesmas di Kulonprogo
Pembajun menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini baru berjalan satu hingga dua minggu, dan diharapkan dapat terus meningkat seiring dengan edukasi yang telah diberikan kepada masyarakat.
Dia menekankan pentingnya penguatan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DIY untuk mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat mencapai 55 persen dari total penduduk DIY.
Pembajun juga menyoroti bahwa puskesmas kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan bagi orang sakit, tetapi juga sebagai fasilitas untuk memeriksa kesehatan masyarakat secara proaktif.
Namun, ia mengakui beberapa kendala dalam pelaksanaan program, seperti masalah aplikasi yang belum maksimal dan keterbatasan sumber daya di puskesmas.
BACA JUGA: Hari Ini Seluruh Puskesmas di Gunungkidul Mulai Melayani Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan bahwa masyarakat harus dilibatkan sebagai subjek dalam pelaksanaan program kesehatan, termasuk CKG.
Menurut Paku Alam X, masyarakat bukanlah objek yang harus diatur, melainkan mitra yang perlu dilibatkan secara aktif.
"Pastikan semua yang mendaftar terlayani dengan baik. Persentase sebesar 30 persen karena baru dimulai, maka diharapkan 70 persen sisanya akan segera terlayani. Begitupun untuk pendaftar-pendaftar berikutnya," ujar dia
Menurut dia, tokoh-tokoh masyarakat seperti kiai, pengurus RT, RW, dan karang taruna, Jaga Warga, dan lainnya dapat berperan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan.
"Kadang mereka lebih mendengarkan tokoh-tokoh masyarakat. Seperti halnya saat pandemi COVID-19, kita semua memberikan pelayanan kepada masyarakat secara bersama-sama," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.