Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Massa yang tergabung dalam Masyarakat Tradisi Yogyakarta (Matra) menggelar aksi budaya bertajuk 'Kecu Jadi Ratu' di depan Istana Kepresidenan Jogja, Jumat (21/2/2025).
Harianjogja.com, JOGJA—Massa yang tergabung dalam Masyarakat Tradisi Yogyakarta (Matra) menggelar aksi budaya bertajuk 'Kecu Jadi Ratu' di depan Istana Kepresidenan Jogja, Jumat (21/2/2025).
Koordinator aksi, Rendra Setiawan mengatakan bahwa aksi tersebut digelar untuk mengkritisi pemerintah atas kebijakan yang dilakukan selama ini. Aksi budaya itu, lanjutnya, menyuarakan keresahan masyarakat Indonesia yang sedang dihadapkan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin menyengsarakan masyarakat.
BACA JUGA: Didemo Mahasiswa, Seorang Dosen di Untidar Diberhentikan Sementara
"Seperti kelangkaan lpg 3 kg hingga kebijakan efisiensi yang berdampak pada sejumlah hal," katanya di sela kegiatan.
Aksi tersebut diikuti puluhan orang mengenakan baju serba hitam dengan membawa poster bertuliskan Kecu Dadi Ratu. Mereka berjalan dari Pasar Beringharjo ke depan gerbang Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Jogja kemudian menggelar aksi teatrikal di sana.
Rendra mengatakan, aksi tersebut digelar sebagai kritik bagi pemerintah atas situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. "Aksi ini sebagai respons atas sikap pemerintah atau elit yang tidak menaruh perhatian terhadap kondisi masyarakat saat ini," katanya di sela aksi.
"Kalau suara-suara di berbagai daerah tidak didengar maka kami menggunakan cara-cara kebudayaan. Jalan kebudayaan ini sebagai bentuk kritik kami. Ini bagian dari kritik kekuasaan yang hari ini situasinya cukup memprihatinkan," tambahnya.
Meski tidak menjelaskan secara gamblang tokoh petruk yang diangkat, Rendra mengatakan jika sosok tersebut merupakan orang yang sudah tidak memerintah tapi masih sering cawe-cawe.
"Kami tidak menunjuk siapa-siapa, tapi seluruh masyarakat Indonesia tahulah Petruk yang sebenarnya siapa?," katanya.
Setelah aksi tersebut, Rendra mengatakan ada kemungkinan tetap melanjutkan aksi lainnya dengan membawa massa yang lebih banyak. "Kami tetap mengusung format kesenian dan kebudayaan dalam setiap aksi sebagai bentuk kritikan kepada pemerintah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Klasemen Asian Games 2026 menempatkan Indonesia di posisi 15 dengan tiga emas, tujuh perak, dan 20 perunggu.
Honda dikabarkan menyiapkan SUV Rp160 jutaan untuk India. Mesin Horse Powertrain dan produksi 2028 masih dalam tahap evaluasi.
Tu-95 Rusia jatuh saat penerbangan latihan di Amur. Enam awak tewas, satu lainnya terluka dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Aldila/Christopher menang 6-1, 6-1 atas Nepal di Asian Games 2026. Rifqi Fitriadi juga melaju ke putaran ketiga.
FIFA menuduh UEFA melakukan pelecehan terhadap Gianni Infantino dan mencoba memengaruhi pemilihan presiden FIFA lewat sengketa FFE.