Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Puasa - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Jadwal hari libur Ramadan hingga Idulfitri di Jogja dan sekitarnya akan dilaksanakan pada beberapa hari awal dan beberapa hari akhir puasa.
Libur awal Ramadan untuk sekolah akan dimulai pada tanggal 27-28 Februari dan 3-5 Maret 2025. Kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada tanggal 6-25 Maret 2025. Sementara, libur Idulfitri akan dimulai pada 26-28 Maret 2025.
BACA JUGA: Kapan Awal Puasa 1 Ramadan Tahun Ini Dimulai? Ini Kata Kemenag
Para siswa dijadwalkan masuk kembali setelah libur Idulftri pada tanggal 9 April 2025.
Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan akan diintesifkan. Misalnya dengan pelaksanaan pesantren kilat, kajian, dan kegiatan lain yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan di tengah bulan Ramadan. Terkait dengan teknis pelaksanaan, Budi menyerahkan kepada pihak sekolah.
Berikut Jadwal Libur Sekolah Selama Ramadan 2025
Libur Awal Ramadan: 27 Februari-5 Maret 2025
Belajar di Sekolah: 6-25 Februari 2025
Libur Akhir Ramadan dan Idulfitri:
26 Maret-8 April
Masuk Sekolah setelah Idulfitri: 9 April 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.