Pemkot Jogja Perkuat Talut di Enam Titik Sungai untuk Cegah Longsor
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Siswa Kelas 2 SDN Sinduadi Timur, Dhamar dan Bilal, sedang sedang menikmati makanan program Makan Bergizi Gratis yang digelar di Kalurahan Sinduadi, Depok, Sleman, Senin (13/1/2025). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, BANTUL—Lanud Adisutjipto masih menunggu kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan. Termasuk untuk wilayah Bantul dan Sleman.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Letkol Sus Rizwar menyampaikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanud Adisutjipto masih menunggu instruksi dari BGN terkait pelaksanaan program tersebut selama Ramadan. "Ramadan masih menunggu instruksi dari BGN," ujarnya, Selasa (25/2/2025).
Rizwar mengaku sejauh ini pihaknya masih melakukan penyaluran MBG kepada 3.085 orang siswa di 14 sekolah wilayah Bantul dan Sleman. Di sana siswa diberikan MBG sesuai jadwal yang telah disepakati, beberapa dikirimkan sekitar pukul 08.00 WIB, dan beberapa diantaranya pukul 10.00 WIB. Pembagian paket MBG tersebut disesuaikan dengan waktu istirahat siswa di Masing-masing sekolah.
BACA JUGA: MBG Berjalan Sebulan Lebih di Kulonprogo, Ini Masukan dari Sejumlah Sekolah
Rizwar mengaku dalam seminggu pelaksanaan MBG tidak ada kendala berarti yang dihadapi. Dia mengaku siswa di setiap sekolah mengaku menyukai menu makanan yang diberikan. "Menu secara umum sudah pas, karena setiap hari berganti dan disesuaikan dengan standar gizi," ujarnya.
Dia mengaku menu makan berbeda setiap harinya. Namun, dalam setiap porsi MBG diberikan nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk sebagai sumber protein, kemudian sayur, dan buah sebagai sumber serat dan vitamin. Dengan begitu, Rizwar mengaku menu yang disajikan akan mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa.
Rizwar mengaku sejauh ini MBG masih belum ada rencana penambahan sekolah untuk penyaluran MBG dari SPPG Lanud Adisutjipto. Menurutnya, jumlah sekolah dan siswa di sana sudah memenuhi kapasitas makanan yang mampu disediakan SPPG Lanud Adisutjipto.
Sementara, Kepala Kantor Kemenag Bantul, Ahmad Shidqi mengaku MTSN 9 Bantul sebagai salah satu sekolah dibawah Kemenag Bantul telah disasar program MBG. Ahmad mengaku program tersebut diterima oleh seluruh siswa.
"Saya rasa ini positif ketika dijalankan dengan baik untuk mencegah stunting. Kita mendukung program tersebut," ujarnya.
Sementara menurut Ahmad, program MBG belum menyasar sekolah di bawah Kemenag Bantul lainnya. Saat ini pihaknya masih dalam proses pendataan jumlah sasaran. Mengenai mekanisme pelaksanan MBG di sekolah lain, pihaknya masih menunggu kebijakan dari Kemenag.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Subaru membentuk divisi khusus mobil sport untuk menghidupkan kembali DNA performa yang selama ini identik dengan WRX STI. Penggemar kini menanti gebrakan besar
Timnas Indonesia menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026. John Herdman dan Nadeo Argawinata optimistis Garuda mampu membuka turnamen dengan k
Meta resmi meluncurkan Facebook Verified, fitur verifikasi akun gratis melalui video selfie. Simak cara mendapatkan lencana verifikasi dan perbedaannya dengan M