Rupiah Menguat ke Rp17.894 per Dolar AS pada Pembukaan
Rupiah menguat 5 poin ke Rp17.894 per dolar AS, didukung penurunan harga minyak dan indeks dolar AS, sementara sentimen domestik masih dicermati.
Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar edukasi gizi secara serentak di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah DIY pada 26-28 Agustus 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang gizi, pola makan sehat, dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan edukasi tersebut tidak hanya ditujukan agar masyarakat memahami makanan yang diterima melalui MBG, tetapi juga mengetahui tujuan program dan penerapan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
"Ini merupakan inisiatif yang kami pikir penting dan strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat," katanya.
Menurut Gagat, penerima manfaat MBG tidak semestinya hanya menjadi konsumen makanan yang dibagikan. Mereka juga perlu memiliki pengetahuan untuk memilih pangan yang baik dan memahami kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi.
"Makanan yang diberikan dalam program MBG merupakan pintu masuk untuk membangun kebiasaan dan pengetahuan gizi yang lebih baik," ujar Gagat.
SPPG Tak Hanya Jadi Tempat Produksi Makanan
Gagat menilai keberhasilan MBG tidak cukup dilihat dari jumlah makanan yang telah didistribusikan. Tingkat pemahaman penerima manfaat mengenai nilai gizi dan kemampuan menerapkannya di luar program juga menjadi bagian penting.
"Edukasi ini merupakan bagian dari penguatan kembali fungsi SPPG sebagai unit pelayanan publik, bukan semata-mata tempat produksi dan distribusi makanan," katanya.
Karena itu, seluruh SPPG di DIY didorong memperkuat komunikasi dengan pihak-pihak yang berada dalam ekosistem penerima manfaat. Edukasi juga diharapkan menjadi ruang dialog untuk memperoleh masukan, memahami preferensi masyarakat, sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan.
Materi yang diberikan mencakup prinsip gizi seimbang, pemenuhan kebutuhan gizi, pemilihan pangan yang beragam dan aman, serta pemahaman terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
"Materi edukasi antara lain mencakup prinsip gizi seimbang, pemenuhan kebutuhan gizi, pemilihan pangan yang beragam dan aman, serta pemahaman terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari," ujarnya.
Keamanan Pangan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Selain edukasi gizi, BGN DIY menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keamanan pangan dalam seluruh rantai distribusi MBG.
"Bukan hanya tanggung jawab SPPG, tetapi termasuk pihak sekolah, guru, kader, pengelola kelompok penerima manfaat, serta penerima manfaat itu sendiri," kata Gagat.
Seluruh SPPG diminta memahami prosedur operasional standar (SOP) yang wajib diterapkan. Prosedur tersebut mencakup penerimaan makanan, penanganan, penyimpanan sementara, distribusi, hingga makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat.
"Pemahaman bersama terhadap prosedur tersebut penting untuk menihilkan potensi gangguan keamanan pangan sesuai pedoman keamanan pangan siap saji," ujar Gagat.
SPPG tetap memiliki tanggung jawab memastikan makanan diproduksi dan didistribusikan sesuai standar. Namun, setelah makanan diterima, ekosistem penerima manfaat juga memiliki bagian dalam menjaga keamanan pangan sampai makanan dikonsumsi.
"Kami tidak ingin keamanan pangan hanya dipahami sebagai urusan dapur karena begitu makanan keluar dari SPPG, ada bagian dari rantai keamanan pangan yang juga menjadi tanggung jawab ekosistem penerima manfaat," kata Gagat.
Edukasi Diharapkan Membentuk Kebiasaan
Pendekatan tersebut, menurut Gagat, diperlukan agar manfaat MBG dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pengetahuan mengenai gizi dan keamanan pangan diharapkan tidak berhenti ketika makanan yang diberikan melalui program telah selesai dikonsumsi.
"Kalau kita memberikan makanan sekaligus pengetahuan, manfaatnya dapat terus dibawa pulang, diterapkan di keluarga, dan diwariskan menjadi kebiasaan yang lebih baik," ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, seluruh SPPG juga diajak mendokumentasikan dan memublikasikan kegiatan tersebut secara kreatif melalui media sosial. Selain menjangkau masyarakat lebih luas, publikasi itu diharapkan dapat menyebarkan praktik baik yang dilakukan SPPG.
"Kampanye bersama yang diusung adalah 'MBG Jogja Istimewa-dari Jogja untuk Indonesia'," kata Gagat.
BGN DIY berharap SPPG tidak hanya menjalankan aktivitas di dapur sebagai penyedia makanan. SPPG juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem edukasi gizi, keamanan pangan, dan pembangunan kesadaran hidup sehat di tingkat masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah menguat 5 poin ke Rp17.894 per dolar AS, didukung penurunan harga minyak dan indeks dolar AS, sementara sentimen domestik masih dicermati.
Jadwal bola malam ini, 12-13 Oktober 2026, menghadirkan Atalanta vs Venezia, Al-Nassr vs Neftchi Fargona, Coventry vs Newcastle, dan Levante vs Sevilla.
Sebanyak 36 narapidana berisiko tinggi dari Lapas Semarang dipindahkan ke empat lapas di Nusakambangan untuk memperkuat pengamanan dan pembinaan
Rock In Solo 2026 ditunda hingga 2027. Penyelenggara menyiapkan A Journey of Rock in Solo sebagai acara alternatif berskala lebih kecil.
BPPTKG menguji sirine EWS Kali Talang dan aplikasi Smart di Balerante, Klaten, untuk mendukung peringatan dini dan simulasi evakuasi Merapi.
Persib dan Persija mengecam penyerangan rombongan Persib EPA U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Kedua klub meminta kasus diusut tuntas.