Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kondisi tanah longsor menutup akses jalan warga di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh beberapa waktu lalu/ BPBD Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulonprogo telah mengusulkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp700 juta untuk menangani berbagai kebencanaan di wilayahnya hingga Mei 2025. Pasalnya, sampai BPBD mencatat masih banyak kejadian terjadi akibat cuaca ekstrem di wilayahnya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Pratawan mengatakan prediksi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi sampai tiga hari kedepan.
“Paling banyak masih hujan deras disertai angin kencang yang dapat menimbulkan pohon tumbang, longsor, dan genangan banjir,” katanya, Senin (10/3/2025).
Budi menambahkan saat ini BPBD telah mengajukan penggunaan anggaran BTT untuk menangani berbagai kebencanaan dan kini tinggal menunggu persetujuan dari Bupati Kulonprogo.
“Anggarannya sekitar Rp700 juta yang peruntukannya diperkirakan sampai Mei mendatang, nanti akan digunkaan untuk melengkapi sarana dan logistik, termasuk upaya mitigasi lainnya dengan pengadaan bronjong talud untuk menangkal longsor,” imbuhnya.
BACA JUGA: Sejumlah Titik di Kulonprogo Diterjang Longsor
Menurut Budi, pengadaan bronjong talud sangat penting untuk mencegah longsor di sejumlah wilayah yang telah dipetakan seperti Kapaneon Kokap, Samigaluh, hingga Girimulyo. Selain itu, BPBD juga mengusulkan anggaran digunakan untuk perbaikan underpass di Kalurahan Margosari, Pengasih. Sebab, kondisi underpass tersebut selalu tergenang saat turun hujan, sehingga sulit dilewati oleh masyarakat sekitar.
“Perbaikan underpass akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, anggarannya lewat BTT yang kami usulkan itu,” ungkap Budi.
Budi berharap, masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan, dan ikut serta mencegah kejadian bencana. Selain itu, BPBD juga menyarankan agar masyarakat rajin memangkas pohon yang berpotensi roboh saat hujan.
"Termasuk juga mengecek saluran air agar tidak menyebabkan banjir dan longsor. Kami juga terus bersiaga jika membutuhkan bantuan tenaga dan sarana lainnya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.